/
Senin, 24 Oktober 2022 | 07:43 WIB
Ilustrasi gagal ginjal akut (Pixabay/ mohamed_hassan)

SUARA SEMARANG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan bahwa penyakit gagal ginjal akut pada anak tidak ada hubungannya dengan dengan Covid-19.

Hal tersebut sekaligus membantah isu yang tidak bertanggung jawab dan beredar di media sosial yang dinarasikan bahwa gagal ginjal akut disebabkan karena vaksinasi Covid-19.

''Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid 19 maupun infeksi Covid-19,'' kata dr. M Syahril, Juru Bicara Kementerian Kesehatan pada Selasa (18/10/2022) dikutip dari kemkes.go.id.

Penyebab gagal ginjal akut pada anak saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Meski begitu upaya penelusuran kasus gagal ginjal akut terus dilakukan Kemenkes dengan menggandeng para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor.

Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak.

Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.

''Saat ini Kemenkes bersama tim tengah melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat, tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk RS/sakit. Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya,'' ujar dr. Syahril.

Pihaknya juga telah meminta fasilitas pelayanan kesehatan untuk aktif melaporkan setiap kasus yang mengarah pada gagal ginjal akut pada anak.

Baca Juga: Sandiaga Uno Kunjungi Karang Taruna Pertama di Indonesia, Hidupkan Lahan Kosong Jadi Penghasil Cuan

Orang tua yang memiliki anak usia 0 hingga 18 tahun juga diminta waspada jika anak mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut seperti penurunan volume urine yang dikeluarkan, demam selama 14 hari, gejala ISPA, dan gejala infeksi saluran cerna.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan obat dengan baik dan benar sesuai dengan resep dokter maupun informasi yang tertera di kemasan obat.

Berikut ini langkah sederhana yang bisa masyarakat lakukan untuk memastikan konsumsi obat dengan benar dan aman bagi tubuh:

1. Gunakan obat sesuai aturan pakai
2. Jangan konsumsi obat melebihi dosis yang ditentukan
3. Baca peringatan dalam kemasan obat
4. Pastikan obat tidak kadaluwarsa
5. Jangan konsumsi sisa obat sirup yang sudah terbuka dan disimpan lama
6. Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu untuk mencegah terjadinya resistensi
7. Laporkan efek samping obat yang anda rasakan kepada tenaga kesehatan terdekat atau melalui aplikasi layanan BPOM Mobile
8. Dapatkan obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi atau berizin.

Load More