/
Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:34 WIB
Pixabay/ PublicDomainPictures

SUARA SEMARANG - Adanya wacana aturan pasanngan tak resmi akan dilarang check in di hotel, tidak diambil pusing oleh para hotelier di Kota Semarang.

Menurut mereka, urusan siapa yang check in di hotel tidak menjadi masalah besar.

Namun yang terpenting adalah bagaimana cara untuk meningkatkan pariwisata setempat sehingga banyak orang dari luar yang akhirnya menginap di Kota Semarang.

Marketing Communication Executive, Kotta Hotel Semarang, Bayu Cahyo Dwimardoto misalnya, yang mendukung rencana pemerintah tersebut.

Namun dengan adanya aturan tersebut, dia khawatir nantinya akan mengganggu tamu yang sedang benar-benar ingin istirahat ketika aparat melakukan razia.

"Kita tidak bisa mengontrol juga siapa yang menginap di tempat kita. Jika ada Sidak, pastikan tidak menganggu tamu yang lain dan tidak saling mengganggu antara hotel dan tamu lainnya," kata Bayu dikutip dari ayosemarang.com (jaringan suara.com).

Bayu manambahkan, pemilik hotel tak perlu pusing dengan peraturan itu karena bukan masalah besar.

Dia justru berharap ada gerakan untuk membesarkan pariwisata yang nantinya akan berimbas ke okupansi hotel.

"Harapannya lebih meningkatkan intensitas kunjungan pariwisata beberapa kota daripada mempermasalahkan hal seperti itu. Mending, membuat gerakan atau solusi yang lain biar pariwisata di Indonesia berjalan daripada mempermasalahkan hal sepele," pungkasnya.

Baca Juga: Kondisi Terkini Adik Bertrand Antolin yang Ditabrak Mobil di Kemang

Sementara dari Gets Hotel Semarang, Riyanti menyampaikan bahwa pihaknya juga tidak ada masalah dengan peraturan tersebut jika benar-benar diterapkan.

Di tempat dia bekerja, segemen yang diincar bukan muda-mudi yang ingin "staycation", melainkan kegiatan pemerintahan dan korporat.

Pihak hotel pastinya juga akan kesulitan melakukan cek dan ricek data tamu, apakah benar terikat pernikahan resmi atau tidak.

Dia menambahkan, jika sudah ada niat dari tamu, tidak menutup kemungkinan akan ada yang nekat melakukannya (check in dengan pasangan tak resmi) secara sembunyi-sembunyi.

Load More