- Rupiah melemah 0,23% pada Kamis (19/2/2026) dibuka pada level Rp16.922 per dolar AS.
- Analis mengaitkan pelemahan rupiah dengan menguatnya dolar AS akibat data ekonomi positif dan sinyal hawkish The Fed.
- Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, kecuali dolar Singapura dan baht Thailand yang menguat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (19/2/2026) dibuka Rp16.922 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat mata uang Garuda masuk di zona merah. Alhasil, rupiah melemah 0,23 persen dibanding penutupan pada Rabu (18/22026) yang berada di level Rp16.884 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.884 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan sentimen dalam global.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup besar setelah data-data ekonomi seperti perumahan, manufaktur dan penjualan barang tahan lama yang lebih kuat dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia mengatakan, The Fed yang bernada hawkish dalam risalah pertemuan FOMC juga semakin melejitkan dolar AS. Sedangkan dari domestik, investor justru mengantisipasi kemungkinan sikap dovish BI dalam rapat dewan gubernur sore ini.
"Rupiah akan mendekati range 16.850-17.000," imbuhnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia mayoritas melemah. Salah satunya, ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam yakni 0,36 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,35 persen.
Lalu, won Korea melemah 0,25 persen, Diikuti yen Jepang melemah 0,13 persen. Disusul peso Filipina melemah 0,10 persen dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Sedangkan, dolar Singapura dan baht Thailand menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan kenaikan masing-masing 0,01 persen dan 0,23 persen
Baca Juga: Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 97,68, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 97,70.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Pertamina Bagikan Strategi Jaga Ketahanan Energi di Hadapan Mahasiswa
-
Danantara Sumberdaya Jadi Biang Kerok, IHSG Masuk Level 6.000
-
Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN
-
Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026
-
Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam
-
Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok
-
Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI
-
Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara
-
ESDM Siapkan Gas CNG 3 Kg Pengganti LPG, Begini Skemanya
-
Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara