/
Selasa, 22 November 2022 | 07:10 WIB
video animasi rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo (tangkap layar YouTube POLRI TV RADIO)

SUARA SEMARANG - Kasus kematian Brigadir J yang awalnya diskenario Ferdy Sambo sebagai peristiwa tembak menembak ternyata tidak rapi.

Ada keanehan yang terjadi dalam skenario Ferdy Sambo saat merekayasa kematian Brigadir J.

Salah satu yang menjadi kejanggalan adalah tidak adanya ceceran darah di lantai saat terjadi peristiwa tersebut.

Saksi dari penyidik Reskrimum Polres Metro Jakarta Selatan, Briptu Martin Gabe Sahata memaparkan, jika memang terjadi tembak menembak, seharusnya ada cipratan darah yang ada di TKP.

"Secara pribadi saya melihat keanehan," ujar Martin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).

"Pada saat posisi almarhum yang berada di depan pintu terjadi tembak menembak antara terdakwa dengan almarhum, saya rasa tidak adanya cipratan darah dari depan pintu kamar ibu PC (Putri Candrawathi)," tambahnya.

Hakim yang penasaran lantas menanyakan kembali perihal cipratan yang dimaksud tersebut.

"Coba ceritakan kejanggalan saudara tidak ada cipratan darah itu bagaimana? Apakah senjata itu diarahkan terlalu dekat sehingga tidak ada cipratan darah? Atau bagaimana?," tanya hakim.

Martin menjelaskan bahwa lantai di TKP tidak terdapat cipratan darah.

Baca Juga: Update Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Capai 62 Jiwa, 434 Rumah Rusak

"Pada saat almarhum terkena tembakan tidak ada tetesan darah yang berada di lantai," jawab Martin.

"Selanjutnya?," tanya hakim lagi.

"Hanya itu saja Yang Mulia," ucap Martin.

"Hanya itu saja? Artinya tidak ada cipratan darah di lantai, saudara sudah merasa itu ada kejanggalan?," tegas hakim.

"Iya," tandas Martin.

Diketahui, sidang Ferdy Sambo dilanjutkan kembali mulai Senin (21/11/2022) dengan mendatangkan terdakwa Bharada E.

Load More