/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 09:27 WIB
BRT Trans Jateng Koridor Gubug Grobogan. (Dok. Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Sistem pengelolaan transportasi umum di Jawa Tengah kini memiliki enam koridor Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang sudah beroperasi.

Enam koridor BRT Trans Jateng ini tersebar dari aglomerasi area Purwokerto, Solo, Kendal, Bawen hingga Grobogan.

Hadirnya BRT Trans Jateng guna mengurai kemacetan di wilayah tersebut, juga memberikan insentif dan kemudahan bagi masyarakat, khususnya kelas pekerja, pelajar/mahasiswa, dan veteran.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan moda transportasi umum BRT Trans Jateng merupakan prioritas untuk memberikan layanan yang mudah dan murah kepada masyarakat.

Khususnya para pekerja, pelajar/mahasiswa, dan veteran. Manfaat dari layanan moda transportasi umum itu diberikan melalui pengoperasian BRT Trans Jateng.

"Tarif yang sangat murah, yakni Rp4.000 untuk penumpang umum (jauh-dekat) dan Rp2.000 untuk veteran, pelajar/mahasiswa, dan pekerja," kata Ganjar dikutip dari unggahan akun media sosialnya, Selasa (20/12/2022).

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan pengelolaan transportasi umum yang ditangani oleh Pemprov Jateng adalah angkutan antar kota dalam provinsi.

Pengelolaan itu dilakukan dengan memberikan insentif dan kemudahan bagi pemilik atau pengusaha transportasi umum, baik pengaturan rute sampai perizinan.

"Yang kami operasionalkan langsung itu angkutan aglomerasi BRT Trans Jateng. Sudah ada 6 koridor nanti tahun 2023 akan dibuka satu koridor lagi. Busnya milik penyedia layanan, jadi kami beli layanan," kata Henggar.

Baca Juga: Usai Satukan Raja se-Nusantara di Borobudur, Ganjar Suguhkan Pawai Budaya Kerajaan ke Masyarakat

Enam koridor yang sudah beroperasi antara lain Koridor 1 Bawen (Ungaran)-Tawang (Semarang), Koridor 2 Bulupitu (Purwokerto)-Bukateja (Purbalingga), Koridor 3 Bahurekso (Kendal)-Mangkang (Semarang), Koridor 4 Surakarta-Sragen, Koridor 5 Kutoarjo (Purworejo)-Borobudur (Magelang), dan Koridor 6 Halte Penggaron (Semarang)-Terminal Godong (Grobogan). Dari enam koridor yang berjalan itu ada 101 armada BRT Trans Jateng yang beroperasi. Sebanyak 98 armada beroperasi secara normal dan 3 armada sebagai cadangan jika bus yang lain mengalami masalah. Tahun 2023 ditargetkan akan ada rute baru Surakarta-Wonogiri.

Henggar menjelaskan, pengembangan BRT Trans Jateng terus dilakukan. Salah satunya adalah sistem pembayaran cahsless atau nontunai.

Pembayaran nontunai ini dapat menggunakan tapping kartu, QRIS, atau menggunakan aplikasi Si Anteng yang juga sudah bekerja sama dengan perbankan dan layanan nontunai. Ini bentuk pelayanan mudah yang kami berikan karena tidak semua penumpang tidak bawa uang pas.

"Kami juga kembangkan shelter dan armada ramah disabilitas, petugas juga kami latih untuk penanganan penumpang disabilitas. Memang belum semua koridor karena ada armada yang masih pakai high deck. Ke depan kami akan kembangkan lagi untuk layanan terbaik bagi semua masyarakat," katanya.

Load More