Karena ujian itu harus kita lalui, maka kita akan bertanya-tanya, sebenarnya, bagaimana cara kita melalui ujian-ujian tersebut? Karena ujian itu terbagi menjadi dua, maka jawabannyapun ada dua. Yang pertama, apabila ujiannya adalah berbentuk musibah yang menghasilkan kesusahan, maka cara untuk melaluinya adalah dengan cara bersabar. Sedangkan yang kedua, apabila ujiannya berbentuk kenikmatan, maka cara untuk melalui musibah tersebut adalah dengan cara bersyukur kepada Allah SWT.
Apabila kita melihat sejarah Nabi, maka kita akan mendapati bagaimana para sahabatnya melalui kedua macam ujian ini dengan baik meskipun mereka semua melaluinya dengan susah payah. Tetapi diantara kedua macam ujian tersebut, ternyata ujian kenikmatan lebih sulit untuk dilalui daripada ujian musibah atau kesengsaraan. Mungkin, sebuah riwayat yang berasal dari Abdurrahman bin ‘Auf bisa menjelaskan hal ini. Pada saat itu beliau mengatakan:
Artinya “Kami di uji bersama rasulullah dengan kesusahan, tetapi kami bisa bersabar. Kemudian kami di uji dengan kesenangan dan kenikmatan setelah itu, maka kami tidak bisa bersabar.”
Ma’asyiral muslimin jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,
Hadis yang berasal dari Abdurrahman bin Auf tersebut menjelaskan dan menunjukan kepada kita semua bahwa ujian yang paling berat itu ternyata ujian berupa kenikmatan. Alasannya, karena selama ini kita menganggap bahwa ujian kenikmatan itu bukan ujian. Selama ini persepsi kita mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ujian itu adalah hanya musibah saja. Ternyata hal itu keliru dan kurang tepat. Apabila kita tidak menyadari bahwa ujian kenikmatan itu sebenarnya adalah ujian, maka kita tidak akan pernah bisa melaluinya dengan baik.
Salah satu diantara sekian banyak ujian kenikmatan yang sering dilupakan adalah kesehatan dan waktu luang. Hal ini sebagaimana apa yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW dalam kitab Shahih al-Bukhari
: : ” : “
Artinya: “Dari Ibnu Abbas Radiyyallahu Anhu beliau berkata; nabi SAW bersabda “ada dua nikmat yang sering disia-siakan oleh kebanyakan dari manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang”
Hadis ini menekankan kita untuk selalu ingat, bahwa nikmat itu termasuk kepada ujian, dan diantara nikmat yang sering dilupakan oleh manusia bahwa itu bukanlah termasuk kedalam ujian adalah nikmat kesehatan dan waktu luang. Oleh karena itu, perhatian kita terhadap ujian kenikmatan harus lebih ditekankan, terlebih ketika membicarakan terhadap kedua hal ini.
Baca Juga: Bukan Badai, Ini Fakta soal Potensi Cuaca Hari Ini di Jabodetabek
Khutbah 2
. .
Ma’asyiral muslimin jama’ah shalat jum’at rahimakumullah,
Dalam khutbah pertama telah dijelaskan mengenai pentingnya kita menyadari bahwa ujian yang diberikan oleh Allah SWT bukan hanya berupa musibah yang identik dengan kesengsaraan, tetapi segala kenikmatan yang kita rasakan itu juga termasuk ke dalam ujian Allah SWT.
Oleh karena itu, pada hari yang penuh berkah ini marilah kita berdoa untuk kebaikan kita semua pada umumnya, dan khatib pada khususnya. Semoga Allah selalu melindungi kita dari kehilafan yang sering datang. Semoga Allah melindungi kita dari ketergelinciran ingatan, sehingga kita lupa bahwasannya kenikmatan-kenikmatan tersebut adalah ujian bagi kita yang harus disyukuri; baik dengan hati, lisan ataupun perbuatan.
Demikianlah apa yang khatib bisa sampaikan, semoga apa yang disampakan bisa bermanfaat pada khatib sendiri ataupun untuk yang lainnya. ibadallah….
. .
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara