/
Rabu, 28 Desember 2022 | 16:26 WIB
Refleksi kinerja akhir tahun 2022 Pemkot Semarang dalam FGD Forwakot dan Pengamat Pemerintahan di Toko Oen. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Kinerja Pemkot Semarang selama tahun 2022 dinilai oleh forum wartawan serta pengamat pemerintahan sesuai yang diharapkan atau berkinerja positif.

Hal ini diungkap dalam diskusi FGD bersama Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang mengangkat tema Menagih Janji Semarang Semakin Hebat, Rabu (28/12/2022) di Toko Oen Jalan Pemuda Semarang.

Hadir sebagai Narasumber Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang yang diwakili Wakil Ketua Wahyu Liluk Winarto, dan Pengamat Pemerintahan Teguh Yuwono dengan Ketua Forwakot Andennyar Wicaksono sebagai moderator. 

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam laporannya mengatakan, selama tahun 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah melakukan banyak hal yang sudah dilakukan, terutama untuk prioritas pemulihan ekonomi paska pandemi yang belum hilang sepenuhnya.

Tak hanya itu, dilakukan pula berbagai upaya untuk pengentasan kemiskinan, pengangguran dan pembangunan infrastuktur di tahun ini. Secara umum, target pembangunan semuanya berjalan yang telah sesuai harapan semuanya.

Selama tahun 2022, pemkot Semarang menggangarkan sekitar 1,4 T untuk infrastruktur, ini masih sedikit. Lebih menggali kerjasama dengan csr, seperti peningkatan taman kota dan revitalisasi Kota Lama.

Untuk, Kota Lama dianggarkan dari pemerintah pusat lebih dari Rp 200 miliar. Lalu, normalisasi Kali Bringin dan jalan protokol. 

"Tahun 2022 ini covid mulai turun. Sehingga iklim usaha ekonomi mulai berjalan. Mesti tahun 2023 mendatang terus akan dilakukan, tapi masih ada yang meleset karena kondisi alam," katanya, saat menjadi nasumber FGD Menagih Janji Semarang Semakin Hebat, yang digelar Forwakot di Toko Oen, Rabu (28/12/2022).

Dikatakan Mbak Ita, sapaan akrabnya, bahwa per tanggal 28 desember, pendapatan daerah mencapai 102 persen, dan selanjutnya Kota Semarang juga meraih peringkat nomor dua se Indonesia, saat rakor dengan rakor dengan menteri dalam negeri terkait pengendalian inflasi daerah, baru-baru ini.

Baca Juga: Wow, Terjawab Ini Lokasi The Pakuwon Mall Semarang, Apakah Pamularsih ? Ini Kata Mbak Ita Walikota Semarang

"Memang ada kenaikan bahan pokok perayaan keagamaan natal dan tahun baru, membuat belanja atau konsumsi di masyarakat lebih tinggi. Tapi secara Yoy inflasi dibawah 5 persen, sehingga sesuai target dan terlampaui semuanya,"imbuhnya.

Terkait infrastuktur, yang masih menjadi PR, untuk dilanjutkn tahun 2023 adalah masalah drainase, saluran untuk dioptimalkan lagi. 

"Kalau masalah titik keramaian dan pembangunan  gedung kolaborasi dengan pemerintah pusat, dan merangkul pihak swasta dalam pembangunan kota. Prinsipnya kami meneruskan visi misi, Hendi- Ita, tinggal disesuaikan, karena program pembangunan sudah berjalan," paparnya.

Selain itu, PR masih di wilayah Tambaklorok dan Pedurungan yang terjadi rob. Karena alam juga sarana infrastuktur rendah berdampak pada stunting dan kemiskinan

"Namun, akan berkurang dampak rob dengan adanya site pile yang sudah lelang november lalu, dan akan dikerjakan pada januari 2023," lanjutnya.

Diharapkan, kata Mbak Ita, site pile akan. Rampung sebelum satu tahun. "Memang ada kendala misalnya di Kali tenggang memerlukan 12 pompa, baru ada 6 pompa, perlu juga normalisasi kali tenggang, lalu ki sringin ada 5 pompa baru 4 yang berjalan," terangnya.

Load More