SUARA SEMARANG - Kanal aduan dan layanan publik Kota Semarang kini telah berganti nama dari sebelumnya Lapor Hendi menjadi Sapa Mbak Ita.
Sapa Mbak Ita resmi diluncurkan sebagai kanal aduan dan layanan publik bertepatan dengan rangkaian Hari Ibu ke 94 pada Sabtu 19 Desember 2022 di Alun-Alun Pasar Johar Semarang.
Nama kanal aduan dan layanan publik Sapa Mbak Ita sebab merujuk pada nama Hevearita Gunaryanti Rahayu selaku Plt Walikota Semarang.
Melaui kanal Sapa Mbak Ita, masyarakat Kota Semarang bisa menyalurakan aspirasi, laporan, aduan, sebagai sarana komunikasi antara pimpinan dengan warganya.
“Wadah ini dapat dimanfaatkan juga oleh para perempuan dan ibu-ibu untuk melaporkan hal-hal yang ada disekitar kita,” kata Mbak Ita.
Selain itu, masyarkat juga bisa menyalurkan kritik jika ada kendala atau masalah yang menjadi wewenang Pemerintah Kota Semarang.
"Silahkan manfaatkan kanal Sapa Mbak Ita untuk menyampaikan aduan serta kritikan sekaligus untuk menyampaikan aspirasi, gagasan dan masukan,” katanya.
Dalam acara launching kanal Sapa Mbak Ita dilakukan prosesi simbolis dengan menerbangkan sebanyak 220 burung serta menabuh secara serentak ratusan mainan tradisional otok-otok dari bambu oleh para peserta acara.
Suara nyaring dari ratusan otok-otok bambu yang dimainkan oleh peserta memiliki filosofi kebebasan bersuara dan beraspirasi.
Sedangkan pembebasan 220 ekor burung memiliki makna kebebasan pula untuk menyampaikan aduan yang berkaitan dengan Pemerintah Kota Semarang sekaligus melambangkan perayaan hari ibu pada tanggal 22 Desember 2022.
Sejumlah kanal Sapa Mbak Ita yang juga berkolaborasi dengan SP4N-Lapor! resmi disediakan yaitu website di sapambakita.lapor.go.id,
Whatsapp bernomor 0812-1500-0512 dengan format sapambakita#nama#judul#lokasi#isi laporan#jenis kelamin(L/P)#apakah difabel?(Y/N), twitter di akun @sapambakita dengan mengetikkan tagar #sapambakita, Aplikasi Android Sapa Mbak Ita, serta layanan SMS 1708 dengan format lapor spasi sapa mbak ita.
Laporan dan aduan yang disampaikan melalui Sapa Mbak Ita ini yaitu berkaitan dengan pelayanan publik, kinerja pemerintah, serta pembangunan di Kota Semarang seperti infrastruktur, administrasi kependudukan, perhubungan, permukiman, pajak daerah, air dan tanah, kesehatan, sosial kemasyarakatan, dan pendidikan.
Kepala Diskominfo Kota Semarang, Soenarto menambahkan bahwa melalui kanal-kanal pengaduan Sapa Mbak Ita ini masyarakat tidak hanya melaporkan aduannya secara 1 arah saja.
“Masyarakat juga akan mendapatan respon dan update informasi mengenai progres tindak lanjut yang telah dilakukan oleh OPD. Jadi dari pada sambat di tempat lain, kami himbau masyarakat untuk melapor di kanal resmi Sapa Mbak ita agar terkelola dan terselesaikan dengan baik,” kata Soenarto.
Peluncuran kanal pengaduan pelayanan publik Kota Semarang Sapa Mbak Ita yang memiliki tagline Bersama Kita Membangun Kota, ini membuka lebar kesempatan bagi masyarakat untuk berperan serta dalam meningkatkan pembangunan di Kota Semarang melalui penyampaian pengaduan dan aspirasi.
Tag
Berita Terkait
-
Turun dari Bandara Mbak Ita Langsung ke Lokasi Banjir, Salurkan Bantuan: Ada Laundry dan Servis Kendaraan Gratis
-
Lomba Inovasi Bahan Makanan Pendamping Beras di Kelurahan Kaligawe, Walikota Semarang Mbak Ita: Ciptakan Ketahanan Pangan
-
Lestarikan Keroncong, Walikota Semarang Mbak Ita Keroncong Svaranusa Jadi Agenda Tahunan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar