Ketua DPRD Kota Semarang, yang diwakili Wakil Ketua Wahyu Liluk Winarto, mengatakan, pihaknya dari sisi pengawasan harusnya semua program pembangunan sudah tercapai sesuai target yang direncanakan, masih ada sedikit pekerjaan rumah dalam mengurangi dampak rob, dan banjir.
Kalau terkait penganggaran anggaran APBD kota Semarang hampir semuanya terserap, dan menyasar masyarakat.
"Dari kami pada prinsipnya mitra pemerintah kota semarang dalam mendukung fungsi pengawasan, penganggaran dan pembuatan perda," jelasnya.
Sementara itu, Pengamat Pemerintahan Undip Semarang, Teguh Yuwono menyampaikan pemkot Semarang dinilainya mencapai semua program pembangunan selama tahun 2022. Dan cukup dirasakan sampai di masyarakat merata.
"Menurut saya tidak harus terkait fisikal saja, karena kalau rob adalah faktor alam. Namun, lebih didorong untuk konsentrasi peningkatan pendidikan, kesehatan masyarakat. Misalnya masih ada keluahan masyarakat lamanya mengantre saat akan mendapatkan pelatanan kesehatan dan mengurus kependudukan. Kalau ini ditingkatkan dari IT, waktu masyarakat akan lebih cepat dan efisien," paparnya.
Selain itu, terkait peningkatan grade puskesmas sehingga bisa mrlayani semua masyarakat tidak harus ke luar negeri.
"Kota Semarang jika ingin makin hrbat lagi jangan lupa dalam hal peningkatan SDM, karena indikator keberhasilan atau kemajuan kota/kabupaten berkaitan dengan indeks pembangunan manusia (IPM)-nya, sekarang kota semarang berada di nomor kedua, dibawah kota Salatiga, yang dari segi ,urusan kesehatan, ekonomi dan urusan inovasi ekonomi lebih mudah untuk dikondisikan," pungkas Teguh.
Tag
Berita Terkait
-
Hari Ibu Nasional di Bengkulu Mbak Ita Praktekan Menu Anti Stunting
-
Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru di Kota Semarang Aman, Mbak Ita: Waspada Harga Beras, Cabai, Ayam, Telur
-
Bukan Lapor Hendi Kini Ada Sapa Mbak Ita Kanal Aduan dan Layanan Publik Kota Semarang, Ini Nomor WA dan SMS nya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026