SUARA SEMARANG - Dua klub Liga 1 Persib Bandung dan Arema FC menjadi klub musafir karena stadion kandang mereka tak bisa digunakan.
Namun, alasan Persib Bandung dan Arema tak bisa menggunakan stadion kandang karena dua alasan berbeda.
Terakhir tersiar kabar jika Persib Bandung tak bisa menggunakan Stadion Wibawa Mukti Bekasi (WMB), sementara Arema FC dipersilakan untuk menggunakan Stadion Kebo Giro Boyolali.
Persib Bandung harus terusir dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Stadion GBLA) karena akan dilakukan renovasi. Otomatis, Pangeran Biru harus mencari kandang lain untuk sementar awaktu.
Berbeda dengan Persib Bandung, Arema FC terusir dari Stadion Kanjuruhan sebagai konsekuensi dari tragedi yang menewaskan banyak jiwa akhir tahun lalu.
Persib Bandung memiliki dua opsi stadion sebagai kandang, yakni Stadion Wibawa Mukti Bekasi dan Stadion Pakansari Bogor.
Akan tetapi, niatan dari manajemen Persib Bandung ini sampai saat ini belum ada kejelasan atau kepastian stadion mana yang akan digunakan.
"GBLA direnovasi untuk Pildun, Persib jadi tim musafir," tulis akun instagram @igpersib.
Namun, manajemen Persib Bandung sepertinya enggan menggunakan opsi penggunaan stadion di luar Jawa Barat.
Baca Juga: 8 Video Rahasia Luis Milla di Locker Room Persib Bandung, Muncul Air Mata Ciro Alves dan Senyum Jupe
Bermain di luar Jawa Barat atau jauh dari Bandung hal itu sama saja akan menurunkan animo suporter untuk dtaang langsung di stadion.
Jelas hal itu akan mempengaruhi tim. baik secara finansial atau kondisi psikis, lantaran suporter Persib Bandung sudah seperti pemain ke-12.
Di akun tersebut, suporter sepertinya lebih memilih Persib Bandung bermain di Stadion Wibawa Mukti Bekasi.
"Gapapa d Bekasi juga yang penting masih di area Jawa barat," komentar akun @aden_atmja.
Sementara itu Arema FC, sebagaimana diunggah di akun instagram @mafiabolanasional, disebut mendapatkan izin untuk menggunakan Stadion Kebo Giro yang merupakan milik Pemkab Boyolali.
Namun, begitu informasi itu diunggah oleh akun tersebut langsung mendapatkan penolakan. Di slide kedua unggahan itu ada keterangan kelompok suporter yang menolak Arema.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Ungkap 5 Penyebab Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2022
-
8 Video Rahasia Luis Milla di Locker Room Persib Bandung, Muncul Air Mata Ciro Alves dan Senyum Jupe
-
Gawat, Persib Bandung Ditolak Bermarkas di Bekasi Untuk Putaran Kedua, Berikut Ulasannya
-
Irsyad Maulana Kembali Berseragam Persita Tangerang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa
-
Bahaya Sepatu Kekecilan bagi Kesehatan Kaki dan Tips Memilih Ukuran Tepat
-
Ini Dia Alasan Kenapa HJB Ke-544 Bogor Digelar di Desa Malasari
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg
-
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer