Suara.com - Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto menegaskan bahwa di era digital, yang dibutuhkan bukan hanya manajer untuk memastikan sistem berjalan, tetapi pemimpin yang mampu mengarahkan perubahan.
Menurutnya, teknologi dan sistem hanyalah alat, sedangkan yang menentukan kualitas pelayanan adalah kepemimpinan yang punya visi atau arah yang jelas, memiliki empati atau mampu memahami kebutuhan warga, dan konsisten membangun kepercayaan melalui layanan yang nyata dirasakan.
"Jadi, ukuran kita sederhana, bukan seberapa digital kita bekerja, tetapi seberapa hadir negara bagi masyarakat," kata Wamen PANRB pada Kegiatan Dialog Kebangsaan tentang Digitalisasi Pelayanan Publik Birokrasi Modern, Responsif dan Inklusif, di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Wamen Purwadi mengatakan, terdapat lima kompetensi yang membedakan pemimpin digital dari manajer digital: yakni yang pertama, pemimpin yang punya visi sistem, melihat ini sebagai perubahan cara kerja, bukan sekadar proyek. Kedua, pemimpin yang memiliki empati terhadap warga, sehingga layanan benarbenar menjawab kebutuhan.
Ketiga, pemimpin yang berani mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar kebiasaan. Keempat, pemimpin yang mampu berkolaborasi lintas batas, karena layanan publik tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dan kelima, pemimpin yang menjunjung akuntabilitas, terbuka terhadap evaluasi dan umpan balik masyarakat.
Ia menjelaskan, selama 15 tahun terakhir, pemerintah terus mendorong reformasi birokrasi dilakukan secara masif oleh seluruh instansi pemerintah. Salah satu tujuannya agar pelayanan publik digital yang modern dan responsif terwujud.
Dalam taklimat Presiden Prabowo pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 beberapa waktu lalu, Presiden mengingatkan bahwa hanya bangsa yang memiliki kekuatan fondasional yang mampu menentukan nasibnya sendiri. Presiden juga mendorong penguatan pengelolaan ASN yang disiplin, produktif, dan kompeten sebagai pelayan publik.
Selain itu, digitalisasi pelayanan publik juga menjadi perhatian utama untuk mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Salah satu syarat utama kelangsungan peradaban sebuah negara yaitu birokrasi yang unggul. Birokrasi dengan kapasitas negara yang kuat, mampu mengimplementasikan kebijakan secara konsisten, menghadirkan keadilan dan kualitas layanan, membangun kepercayaan publik, dan pada akhirnya menopang keberlanjutan pembangunan," ujarnya.
Baca Juga: Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
Dalam menjalankan arahan presiden tersebut, lanjutnya, Kementerian PANRB terus berupaya memperbaiki sistem pemerintahan agar lebih efektif dan efisien sehingga mampu melayani masyarakat dan mencapai berbagai target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara optimal.
"Kami memastikan bahwa reformasi birokrasi bukan hanya tentang administrasi dan pekerjaan laporan, melainkan transformasi pemerintahan secara menyeluruh, khususnya pada enam area inti dari pemerintahan, yaitu: Kelembagaan; Proses Bisnis; SDM Aparatur (ASN); Manajemen Kinerja; Pelayanan Publik; dan Transformasi Digital Pemerintah," ungkapnya.
Wamen Purwadi berharap melalui forum ini dapat menjadi kesempatan strategis untuk belajar, berkembang, dan membangun jejaring kolaborasi lintas sektor. Tentunya dengan adanya forum ini akan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas kepemimpinan di masa depan.
“Tugas kita ke depan tidak akan mudah, oleh karenanya kita harus terus menyamakan langkah. Peradaban baru hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang berpola pikir kolaboratif, berorientasi pada dampak, serta mampu menghadapi kompleksitas dengan semangat perubahan untuk mendukung terlaksanya program prioritas Presiden,” kata Wamen Purwadi. ***
Berita Terkait
-
Dampak Penggunaan AI terhadap Dunia Kerja dan Keterampilan yang Dibutuhkan
-
Perpustakaan di Era Digital: Masih Relevan untuk Belajar?
-
Evaluasi Pengentasan & Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Menteri Rini: Akselerasi Dukungan PANRB
-
Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital
-
Kolaborasi Lintas Instansi Jadi Kunci Sukses Transformasi Digital Pemerintah
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam
-
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
-
Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777