SUARA SEMARANG - Kawasan Kota Lama Semarang telah lama dijadikan studi untuk menciptakan sistem transportasi yang ramah lingkungan, dan Dishub Kota Semarang akan segera realisasikan transportasi yang ramah lingkungan disekitar Kota Lama Semarang setelah mendapat kunjungan Dubes Inggris dan Timor Leste.
Kelanjutan realisasi sistem transportasi yang ramah lingkungan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan pada Selasa 17 Januari 2023 di Kota Lama Semarang seusai menemani Duta Besar Inggris dan Timor Leste.
“Kita akan menciptakan sistem transportasi disini dimana masyarakat bisa berkunjung kesini tanpa menggunakan kendaraan pribadi sehingga kita menyediakan transportasi massal yang sekarang sudah ada BRT, dimana separonya memang sudah berbahan bakar gas,” ucap Danang saat menemani Dubes Inggris di Kota Lama Semarang.
Lanjutnya, kerjasama tersebut telah tertuang dalam memorandum of Understanding (MOU) dengan Pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Inggris.
Danang juga mengatakan sistem transportasi ini nantinya akan menghubungkan antara Stasiun Tawang dengan kawasan Kota Lama.
Nantinya juga akan diciptakan area pejalan kaki yang lebih ramah dan aman bagi semua orang termasuk difabel. Tak hanya itu saja, ternyata rute pesepeda pun nantinya juga akan disediakan.
“Kami akan menghitung ulang karena kita ada survey asal tujuan jadi nanti akan ada halte-halte yang penempatannya efektif untuk para penumpang jadi setelah dari halte tersebut akan nyambung kemana nanti akan terkoneksi,” katanya.
Kawasan Kota Lama, lanjutnya, memang sudah banyak area yang disiapkan Pemkot Semarang untuk para pejalan kaki.
Hal ini dilakukan semata untuk mengurangi mobilitas kendaraan penumpang di kawasan Kota Semarang.
Baca Juga: Unissula Semarang Gandeng BNN Komitmen Jadi Kampus Bebas Narkoba
Bahkan ada ruas-ruas jalan yang memang dilarang bagi kendaraan untuk melintas.
“Ada ruas tertentu yang memang kita larang dan ada yang kita batasi untuk kendaraan yang masuk kota lama karena bangunan ini akan rentan rusak jika ada getaran-getaran yang ditimbulkan dari kendaraan yang melintas,” tambahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dipastikan Gagal di PSIS Semarang, Pertemuan Keisuke Honda dengan Arthur Persik Kediri Masih Dipertanyakan
-
Ngemal Dapat Angpao Imlek, Yuk ke Mal Ciputra Semarang
-
PSIS Semarang Kena Tikung, 2 Tanda Pratama Arhan Menuju Persib Bandung Nomor 12
-
Kunjungan Kerja Dubes Inggris Owen Jenkis Kagum Dengan Revitalisasi Kota Lama Semarang
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
KIS Group dan PT SMART Tbk Mulai Pembangunan Pabrik BioCNG Komersial di Sumatera Utara
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Di Balik Kasus Epstein: Rahasia Gelap di Balik Jas Mahal Para Elite
-
Profil Kensuke Takahashi, Eks Pelatih Indonesia yang Gigit Jari di Semifinal Piala Asia Futsal 2026
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Mafia Tanah di Pulau Rempang
-
Sinopsis War Machine, Film Aksi Sci-Fi Netflix Soal Seleksi Militer Paling Brutal di Dunia
-
Profil Pemain Keturunan yang Direndahkan Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial