SUARA SEMARANG - Omongan Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib Soal Presiden Jokowi Firaun dan Luhut sebagai Haman sedang viral dan berikut transkrip lengkapnya.
Kata-kata Cak Nun soal Firaun itu menuai pro dan kontra, sebagian memberikan dukungan pada Emha Ainun Nadjib dan sebagian memberikan dukungan pada Jokowi.
Bagi kamu yang belum mengetahui omongan Cak Nun secara lengkap, berikut transkrip lengkap kata-kata Emha Ainun Nadjib dalam kajian maiyah.
Semula Cak Nun yang merupakan istri dari Novia Kolopaking ini menyampaikan soal Pemilu 2024 nanti yang ia teruskan perihal sistem politik dan dan alat-alatnya.
Cak Nun yang merupakan ayah dari Sabrang Mowo Damar Panuluh yang merupakan vokalis Grup Band letto ini juga mengatakan algoritma Pemilu.
Berikut ini penggalan omongan Cak Nun perihal Jokowi Firaun dan Luhut Hamann serta 10 Naga.
"Dan juga algoritma pemilu. Misal pemilu 2024, kon ga mungkin menang. Wis ono sing menang ket saiki. wis ono sing menang. (Sudah ada yang menang semenjak sekarang. Sudah ada yang menang).
Karena indonesia dikuasai oleh firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun namanya Antoni Salim dan 10 naga. Ga sembilan, 10 saiki rek. Haman yang namanya Luhut.
Jadi negara kita kita sesempurna di cekel cek. Kuwi ga ono bocor bocore oleh Firaun, Haman dan Qorun.
Itu seluruh sistem seluruh perangkat, semua alat-alat politik, alat sejarah dipegang merek semua. Dari uang, sistem, otoritasnya sampai apapun.
Jadi kon milih sopo wae wis ono sing menang. Nah ngono iku dewasa tegak monggo.
Pokokny kita mempelajari ini dengan Sabrang dengan bapak-bapak yg lain, supaya kita mungkin kepekso kapusan gitu ya tapi minimum eruh nek kapusan".
Ucapan itu diunggah oleh sebuah video di akun youtube @ MENEMBUS BATAS yang telah dilihat ribuan kali dan ratusan komentar.
Diantaranya seperti "Semoga negara ini jauh dr orang2 yg zalim," tulis @lisma4765.
"Masyaa Allah, cak Nun cerdas, jitu dan sungguh benar membacanya," tulis akun @@abdulhakimtamonsang9824.
Berita Terkait
-
Jokowi Minta Kepala Daerah Jaga Stabilitas Politik Jelang Pemilu 2024, Pengamat: Itu Penting
-
Tak Ada Makan Siang Gratis, Pertemuan Luhut dan Surya Paloh Selamatkan Menteri Nasdem dari Reshuffle Asalkan...
-
Cak Nun Minta Maaf Setelah Bilang Jokowi Fir'aun, Warganet: Alhamdulillah Menyadari
-
Banyak Pekerja Rumah Tangga Alami Kekerasan Hingga Gaji Tak Dibayar, Jokowi Kebut RUU PPRT
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Promo Minuman dan Camilan Indomaret Mei 2026 Cocok Temani Libur Panjang Bersama Keluarga
-
Long Weekend Mei 2026 Dimulai, Alfamart Tebar Diskon hingga 60 Persen Sampo, Sabun sampai Susu Anak
-
Mumpung Ringgit Lagi Turun? Ini 6 Tips Belanja Barang Branded Malaysia via Entikong
-
Gubernur Banten: RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI yang Sedang Dinonaktifkan
-
Lagi Viral di Jakarta, Workshop Keramik dan Melukis Ini Ramai Diburu Saat Long Weekend
-
Ada Hak Khusus? Forum Mahasiswa Indonesia Cium Kejanggalan Tuntutan Kasus Julia Tobing
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Siap-Siap! Bekasi Bakal Punya Pusat Lifestyle Baru dengan Vibes Alfresco yang Estetik
-
Jaro Ade Ingatkan Dampak Serius Hentikan Tambang: Harga Material Bisa Melonjak 50 Persen
-
Promo QRIS Bank Sumsel Babel Mei 2026, 7 Merchant Kuliner di Palembang Ini Kasih Diskon Makan