SUARA SEMARANG - Timnas sepakbola Israel bisa bernasib sama dengan Arema FC usai ditolak oleh I Wayan Koster di Bali.
Kebijakan Pemprov Bali pada Timnas Israel itu bisa merembet ke provinsi lain yang diantaranya dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo serta Ridwan Kamil.
Alasanya, Pemprov Jateng dan Jabar yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil juga berpotensi menjadi daerah yang menggelar laga Israel.
Dari 6 Stadion yang akan menjadi venue Piala Dunia (Pildun) U20, diantaranya ada di Bali, Solo (Jateng), Jakarta, Palembangn (Sumsel), Surabaya (Jatim), dan Bandung (Jabar).
Bali yang dipimpin oleh Gubernur Wayan Koster sudah menyatakan penolakan stadion digunakan untuk menggelar laga Israel.
Alasan kebijakan politik Israel terhadap palestina tidak sesuai dengan kebijakan politik pemerintah Indonesia dan sampai saat ini masih jadi masalah serius.
Kebijakan Pemprov Bali tersebut bisa saja diikuti oleh gubernur lain di berbagai wilayah tersebut.
Seperti Ganjar Pranowo (Jateng), Ridwan Kamil (Jabar), atau Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur dan Gubernur Herman Deru di Sumsel. Untuk Jakarta sedikit berbeda karena saat ini dipimpin oleh seorang Pj Gubernur yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat.
Sampai saat ini baru Wayan Koster saja yang dengan tegas menyampaikan kebijakan. Sementara Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil serta Khofifah belum menyikapi secara resmi.
Baca Juga: Diminta Bayar Gaji Pemain PSIS Semarang, Yoyok Sukawi Jawab Tegas: Cek ke Pemain!
Jika nantinya para gubernur tersebut menolak laga Israel di wilayah mereka, maka nasib Timnas mereka akan sama dengan Arema FC.
Arema usai tragedi Kanjuruhan juga ditolak bertanding di banyak wilayah. Mulai dari Semarang, Boyolali, Yogyakarta dan daerah lainnya.
Hal itu bisa saja akan mengganggu persiapan timnas Israel dalam menghadapi Pildun U20 di Indonesia.
Lantaran stadion tempat bertanding Timnas Israel harus berdekatan dengan penginapan dan tempat latihan.***
Berita Terkait
-
Daftar 24 Negara Peserta Piala Dunia U20 2023, Indonesia Bisa Satu Grup dengan Israel
-
Rusuh Suporter di Jatidiri, Ganjar Minta Mari Evaluasi Bareng, Terkendali Tak Ada Korban
-
Ribuan Kader Minta Ganjar Pranowo Capres 2024, Megawati: Urusan Gue, Gile Enak Aja
-
PSSI Keluar dari AFF, Haruskah Indonesia Ikuti Jejak Israel Pindah Federasi Sepak Bola
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Polemik Panggil Kepala Dinas, Wabup Lebak: Itu Cara Saya Selesaikan Bencana dan Masalah Pasar
-
Bantah Dalih Pujian Bupati, Amir Hamzah Bongkar Perangai Kasar Hasbi di Depan OPD
-
Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?
-
7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
-
Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus
-
Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global
-
Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya
-
Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras