/
Kamis, 30 Maret 2023 | 08:46 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino. (youtube/FIFA)

SUARA SEMARANG - Dalam rilis resminya, FIFA menyinggung masalah yang terjadi di Indonesia pada Oktober 2022 lalu, yaitu tragedi Stadion Kanjuruhan.

Sepak bola Indonesia sempat menjadi sorotan dunia karena adanya ratusan orang yang meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya.

Setelah mencoret Indonesia dari tuan rumah Piala Dunia U-20, FIFA menyatakan akan tetap di Indonesia untuk mendampingi PSSI.

"FIFA tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan dengan dukungan pemerintahan Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepakbola Indonesia pascatragedi yang terjadi pada Oktober 2022," bunyi keterangan di laman resmi FIFA.

"Anggota tim FIFA akan terus hadir di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang dan akan memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada PSSI, di bawah kepemimpinan Presiden Thohir," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir langsung terbang menuju markas FIFA di Swiss untuk melobi dengan Presiden FIFA agar Indonesia tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Namun rupanya FIFA tetap bersikukuh pada pendiriannya dan akhirnya kedua belah pihak sepakat bahwa Indonesia tidak akan menjadi tuan rumah.

"Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20," tulisnya.

Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, dengan tanggal turnamen saat ini tetap tidak berubah.

Baca Juga: Kelebihan Mitsubishi New Colt L300 dengan Standar Mesin Euro 4

Selain itu, potensi sanksi terhadap sepak bola Indonesia juga diputuskan pada tahap selanjutnya.

Load More