SUARA SEMARANG - Akses permodalan bagi UMKM yang dikelola kaum perempuan kini terbuka lebar dengan pinjaman modal dari PT Amartha Mikro Fintek.
Amarta memfasilitasi UMKM perempuan yang belum tersentuh pendanaan dari perbankan dan bersifat inklusif. Berupa pinjaman produktif bukan konsumtif.
Guna memudahakan akses permodalan UMKM perempuan maka Amartha meluncurkan program kemitraan AmarthaOne. Yakni program yang memfasilitasi para agen untuk dapat memberikan layanan keuangan digital di pedesaan.
AmarthaOne ditujukan untuk memperkecil gab ketimpangan layanan keuangan digital di pedesaan lewat teknologi yang inklusif dan mudah digunakan oleh para pelaku usaha ultra mikro.
"Pinjaman modal kepada UMKM perempuan mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta, pengembalian selama satu tahun," kata Aditya Pratomo, Head of New Retail Amartha, Kamis 30 Maret 2023 di Semarang.
Menurut Aditya, para peminjam UMKM perempuan akan dilakukan secara berkelompok atau mejelis, dengan menunjuk satu orang yang dipercaya sebagai koordinator.
Koordinator ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada anggota peminjamannya terkait kredir, angsuran dan pelunasan serta program lainnya.
"Syarat mudah, perempuan punya usaha nanti kita inspeksi dengan indikator kredit skor apakah berhak sebagai penerima pinjaman atau tidak," katanya.
Lebih memudahkan, Amartha juga tidak menyertakan jaminan agunan kepada para UMKM yang meminjam modal tersebut.
Baca Juga: 51 Persen UMKM Di Jateng Terkendala Masalah Pemasaran
Menurut Aditya, kendati tidak ada jaminan atau agunan namun hingga saat ini resiko kredit macet sangat kecil. Ia menyebut Non Performning Loan (NPL) atau kondisi pihak debitur gagal melakukan pembayaran sangat kecil.
"Angsuran perminggu jadi sangat ringan dan mudah, maka NPL kita 0,5 persen," katanya.
Sejak berdiri tahun 2010 lalu, Amartha telah menyalurkan modal kerja sebesar Rp 11 triliun kepada 1,6 jut perempuan pengusaha mikro di 35 ribu desa di Indonesia.
Sedang untuk Jawa Tengah, menurut Aditya merupakan provinsi dengan tingkat digitalisasi yang cukup tinggi.
Hal ini terlihat dari signifikannya peningkatan jumlah agen AmarthaOne yang mencapai lebih dari 1.000 agen dalam waktu beberapa bulan.
Secara umum, Amartha mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif selama tahun 2022 dengan persentase tumbuh 93 persen (YoY) atau hampir 2 kali lipat dari total dana yang disalurkan sebelumnya mencapai Rp 2,4 triliun, kini mencapai Rp 4,8 triliun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BRI Jadi 'Bank Nomor 1' di Indonesia Versi Fortune
-
TPS Ilegal Cilincing Ditindak, Pemprov DKI Janji Ekonomi Warga Tetap Jalan
-
Perjuangan Marselino Ferdinan Dimulai, Operasi Lutut Langkah Pertama Comeback ke Timnas Indonesia
-
MotoGP Mandalika 2026: ITDC Siapkan 130 Shuttle Bus untuk Penonton
-
Merayakan Kemerdekaan?
-
Sifat dan Karakter Shio Kerbau Pria dan Wanita
-
Pembangunan Jangan Cuma Kejar Ekonomi! Pastikan Rakyat di Pelosok Tidak Merasa Jauh dari Negara
-
DJ Wanita Diduga Dilecehkan dan Dianiaya di Jaksel, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Sidang Memanas! dr Richard Lee Tuduh Doktif Minta Rp200 Miliar untuk Hentikan Perkara
-
Pengemudi Ojol Kini Dapat Pendapatan 92% dari Hasil Kerjanya