Timnas Israel berhasil masuk ke dalam kejuaraan Piala Dunia U-20 pun setelah melewati babak kualifikasi secara fair play.
Selanjutnya Arya pun menggambarkan, dengan gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akan memberikan dampak kerusakan yang berentetan.
Apabila masih menggunakan isu yang sama yakni anti dengan keikutsertaan negara Israel di olahraga.
Indonesia akan mendapat catatan hitam ketika nantinya akan mengajukan diri sebagai tuan rumah kejuaraan internasional.
Arya pun kaget dengan beberapa kejuaraan internasional di Indonesia yang ternyata dihadiri oleh Israel dan bisa berjalan lancar.
Seperti pertandingan esports di Bali, Bulutangkis, dan Panjat Tebing Dunia, semuanya diikuti oleh Israel dan bisa berjalan lancar tanpa ada penolakan.
Arya menambahkan, akan ada acara pertemuan orang politik di Bali yang salah satu anggotanya dari Israel, dan tetap berkibar bendera Israel di acara tersebut.
Berbeda dengan sepakbola, niatan anak muda Indonesia untuk bisa berpartisipasi di ajang internasional lewat sepakbola dan hanya bermain bola pun harus mendapatkan rintangan penolakan.
Seharusnya, apabila membenci Israel, menurut Arya, kalahkan dan permalukan Israel lewat pertandingan sepakbola.
Baca Juga: Playground untuk Orang Dewasa Viral di Media Sosial TikTok, Bisa Bikin Kamu Keenakan dan Ketagihan
Yang menjadi anehnya lagi, Palestina yang dibela-bela oleh para pendukungnya di Indonesia ternyata memiliki pelatih sepakbola dari Israel.
Dan sebaliknya, di timnas Israel ada sekitar dua atau tiga orang yang merupakan warga muslim.
Ini semua karena Palestina memiliki prinsip untuk selalu memisahkan atau membedakan antara kepentingan politik dengan olahraga.
Terdekat, akan ada acara Internasional di Bali yakni ANOC World Beach Games Bali 2023 dan berlanjut dengan National Olympic Committee (NOC), dan pesertanya pun ada yang berasal dari negara Israel.
Akankah ada penolakan seperti yang terjadi di cabang olahraga sepakbola yang barusan terjadi di negeri ini.
Saat ini, menurut Arya, kita berharap agar tidak terjadi sanksi seperti yang terjadi pada tahun 2015 lalu saat Indonesia di banned oleh FIFA.
Karena apabila hal tersebut terjadi, bakalan merugikan banyak pihak di dunia persepakbolaan Indonesia.
Diantaranya seperti tidak diakuinya kompetisi liga di Indonesia, sehingga kompetisi tersebut hanyalah kompetisi tarkam.
Akan ada banyak klub dan para pemain di dalamnya yang menjadi pengangguran, ketika negara Indonesia di banned oleh FIFA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%