SUARA SEMARANG - Pihak-pihak yang terkait dengan dugaan beli bus yang tertukar saling lapor ke pihak polisi.
Tak hanya para pengusaha bus yang lapor polisi, dari dealer dan pihak leasing juga tak lepas dari somasi dan laporan.
Terkini, setelah mengetahui dilaporkan oleh M ke Polda Jawa Timur, dengan dugaan penggelapan bus, terlapor balik menyerang, dan mengaku sudah melaporkan M, di Polda Jawa Tengah.
Aksi saling lapor ini bermula adanya tak kesengajaan tertukarnya bus dari kedua belah pihak. Seperti yang dijelaskan Dr Unggul Basoeky, pengacara Kunarti, ahli waris ataupun istri dari Kusdiyono.
"Perkara ini kan dimulai adanya bus yang tertukar, yang dimiliki klien kami dianggap tertukar dengan bus pelapor, padahal kalau kita bicara runtut peristiwanya, ini bukan kesalahan klien kami sebagai pembeli, karena pembeli tidak akan mengkroscek lebih dalam. Dia hanya memesan bus warna oranye, dan waktu itu ada bus warna oranye, dan itu sudah diserahkan ke klien kami, bahkan dalam waktu kurang lebih 1,5 tahun tidak ada yang mengkomplain soal bus tersebut di tangan klien kami," ujar Unggul, Selasa (11/4/2023).
Tertukarnya bus ini diketahui, setelah meninggalnya Kusdiyono, dan bus tersebut dirus oleh ahli warisnya, atau istrinya yakni Kunarti melakukan kroscek pada bus tersebut.
"Dia ke pihak leasing menanyakan, akhirnya pihak leasing mensomasi pihak dealer, akhirnya pihak dealer mensomasi pihak pelapor ini, pengusaha berinisial M asal Tuban," terangnya.
Setelah pihak-pihak yang berhubungan dengan kasus ini mengetahui hal itu, akhirnya beberapa pihak ini berencana duduk bersama dan keluarnya kesepakatan, yang nantinya beberapa pihak ini melakukan penukaran bus tersebut.
"Sudah ada kesepakatan baik, dalam surat kesepakatan bersama disepakati untuk tukar menukar, tapi di hari H nya tidak terealisasikan, karena pihak pelapor tidak hadir sendiri, sementara yang lain hadir," jelasnya.
Dalam hal ini, Unggul menyayangkan langkah yang ditempuh oleh pihak M, karena sebenarnya kasus ini bisa ditempuh melalui jalur kekeluargaan.
"Jadi ada 2 unit bus, masing-masing bus Rp2 Miliar. Sebetulnya, dalam pernyataan bersama, kehendak pada klien-klien kami ini diselesaikan, secara kekeluargaan, atau secara bisnis, justru klien kami dilaporkan," ungkapnya.
Karena pihak terlapor tak mendapatkan itikad baik dari Masduki, kini pihaknya balik melapor M ke Polda Jateng.
"Klien kami mendapati hal itu, akhirnya kami juga menempuh jalur hukum, melalui Polda Jateng, melaporkan pengusaha M ini, atas dugaan juga penggelapan bus yang dimiliki klien kami," ucapnya.
Tak hanya itu, pihak dealer yang merasa dilaporkan dan dipanggil di Polda Jatim untuk diperiksa pun buka suara. Melalui Roy Sudarso PT DCM (dealer), menjelaskan jika saat penyerahan BPKB ke dua belah pihak tak ada komplain sama sekali dan secara sah diterima.
"Jadi saya ini diberikan dugaan, bahwa saya ini keliru atau salah memberikan BPKB pada finance. Logika sederhana saja, karena sudah membangun bus itu tidak seperti membeli mobil yang sudah siap jadi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Pedagang Pakaian di Simeulue Sepi Pembeli Jelang Lebaran 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun
-
7 Salon, Spa, dan Klinik Kecantikan di Palembang untuk Glow Up Sebelum Lebaran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Yamaha Fazzio Resmi Diekspor ke Jepang, Harganya Bikin Melongo Nyaris Setara Nmax
-
Lonjakan Perdagangan Ternak di Pasar Hewan Aceh Besar Jelang Tradisi Meugang Lebaran 2026
-
7 Rekomendasi Merek Bantal Leher untuk Mudik, Perjalanan Nyaman Anti Pegal
-
7 Rekomendasi Sunscreen di Indomaret agar Salat Id Bebas Flek Hitam
-
Fenomena Shower Thoughts: Kenapa Ide Cemerlang Muncul Pas Lagi Sabunan?
-
Konten Soal Penyakit TBC Dianggap Menyesatkan, Bude Wellness Tuai Kritik Dokter
-
Berapa Tarif Tol Trans Jawa Tujuan Semarang, Yogyakarta, Hingga Surabaya Selama Lebaran 2026?