SUARA SEMARANG - Sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) Jawa Tengah menggelar pagelaran seni Ebeg (kuda lumping) bersama Ikatan Pemuda Desa (IPDA) Indonesia dan Grup Kuda Lumping Wahyu Turonggo Mudo, Minggu (14/5).
Kegiatan itu dihelat lantaran milenial loyalis Ganjar tersebut ingin menghidupkan kembali eksistensi kesenian Ebeg.
Adapun pagelaran seni Ebeg itu digelar di Lapangan Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jateng.
Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi ijuk sebagai rambut.
Tampak ribuan masyarakat berbondong-bondong menonton tarian yang bergerak secara selaras dan kompak satu sama lain sesuai ritme alunan musik gamelan tersebut.
"Pagelaran Seni Ebeg ini kami buat untuk sebagai apresiasi bagi kawan-kawan pegiat kebudayaan terutama kebudayaan Ebeg Banyumasan (Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) yang mana ternyata sudah lama vakum, sudah lama hilang," ucap Koordinator Wilayah GMC Jateng, Aris Lukmana Putra.
Selain untuk hiburan masyarakat, lanjut Aris, agenda pagelaran Ebeg merupakan bentuk pengenalan seni budaya lokal kepada generasi penerus bangsa, khususnya para milenial.
Menurut dia, pelestarian seni budaya lokal menjadi tanggung jawab bersama. Selaku harapan masa depan bangsa, generasi milenial perlu mengenal ragam kesenian dan kebudayaan Indonesia.
Oleh karenanya, GMC Jateng berkomitmen bakal menggelar kegiatan serupa setiap bulannya untuk menjaga eksistensi dari kesenian dan kebudayaan Indonesia.
Baca Juga: 4 Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri, Bayangkan Posisi Orang Lain!
"Setiap bulannya itu GMC Jawa Tengah ingin tetap melestarikan kegiatan-kegiatan yang bersifat budaya. Selain untuk memperkenalkan ayah Ganjar kepada masyarakat, juga untuk tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaan lokal yang ada," tutup Aris.
Rusim (53) perwakilan Grup Kuda lumping Wahyu Turonggo Mudo merasa senang adanya gebrakan dari milenial untuk melestarikan kesenian Ebeg.
"Kalau kegiatan, tanggapan saya sendiri memastikan kesenian asli budaya supaya langkah selanjutnya supaya maju, kepada generasi penerus supaya melestarikan kesenian budaya," ucap Rusim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Antoine Semenyo Yakin Ghana Bisa Kejutkan Tim-tim Besar di Piala Dunia 2026
-
Perang AS - Iran Makin Parah, Donald Trump Lakukan Hal Tak Terduga Ini
-
Ibu Aniaya Anak Kandung hingga Tewas di Rohul Diperiksa Kejiwaannya
-
Beragam Genre, Ini 5 Drama China Paling Populer di Bulan Mei 2026
-
Akhiri Spekulasi, Diego Simeone Pastikan Bertahan di Atletico Madrid Musim Depan
-
5 Cargo Pants Pria Kekinian yang Cocok untuk OOTD Casual hingga Streetwear
-
Mendagri Apresiasi Inflasi 2,42 Persen, Minta Pemda Waspadai Dampak Geopolitik Global
-
Jose Mourinho Akui Ada 'Sesuatu' dengan Real Madrid, Keputusan Dibuat Pekan Ini
-
Sandy Walsh Menggila Cetak Brace, Antar Buriram United ke Final Jelang Bela Timnas Indonesia
-
Nama Hakim dan Dosen UGM Diduga Dicatut di Struktur Yayasan Daycare Little Aresha