SUARA SEMARANG - Matrix Indonesia bersama dengan mitra salon, One Piece Hair Studio hadir di Semarang untuk memberikan inspirasi dan edukasi kepada hairdressers dan mitra salon.
Pada program bertajuk “Look & Learn”, Thomas Mattel Head of Education Matrix Indonesia bersama Hisato Suzuki, International Creative Director, One Piece Hair Studio, memperkenalkan teknik pewarnaan “Color-melting” dan teknik gunting rambut ”Step-bone cut”.
Thomas Mattel mengatakan, Program edukasi ini dilakukan di lebih dari 30 kota di Indonesia, dengan rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengelolaan media sosial dan pengenalan teknik pewarnaan color melting oleh Matrix Indonesia, serta step bone cut technique yang akan disampaikan oleh One Piece Hair Studio, dan kini kian dicari oleh konsumen”
“Menjadi komitmen Matrix untuk memberikan inspirasi dan edukasi kepada hairdressers di Indonesia, sehingga dapat terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan mengembangkan salonnya, “ ujar Thomas, selasa (6/6/2023)
Diketahui permintaan pewarnaan rambut dengan fashion color oleh konsumen di Indonesia terus meningkat hingga 49%.
Salah satu fokus dari program ini adalah memperkenalkan Color Melt 2023 by Socolor Pre-bonded, dengan teknik melting yang memadupadankan 2 warna atau lebih dari satu kategori warna yang sama, mulai dari akar hingga ke ujung rambut untuk menciptakan sebuah melted look.
Teknologi dalam formulasi produk SoColor PreBondedyang digunakan juga membantu melindungi batang rambut selama proses pewarnaan dan merawat rambut meski melakukan pewarnaan berkali-kali.
“ Di semarang sendiri permintaan untuk pewarnaan juga semakin banyak, khususnya warna – warna fasyen,” ungkapnya
Sementara itu Hisato Suzuki dari One Piece Hair Studio dalam program ini memperkenalkan Step bone cut technique, yaitu teknik gunting rambut dengan model potong rambut yang populer dikenal dengan“Butterfly Cut with Bangs”.
Baca Juga: Giring Batal Tampil di Konser Tunggal D'MASIV di Malaysia, Tak Ada Perizinan?
Menurutnya tren di hairdressing industry berkembang dengan sangat cepat, Oleh karena itu, sungguh penting bagi seorang hairdresser untuk terus berlatih dan mengembangkan skill.
“Kami berkolaborasi dengan Matrix Indonesia dalam program edukasi ini dengan misi yang sama untuk dapat berbagi keahlian, sehingga rekan-rekan hairdressers dapat terus tanggap dengan tren terbaru, serta dapat menawarkan servis-servis unggulan yang trendi bagi konsumen yang datang kesalon,” jelas Hisato Suzuki
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
Terkini
-
Bene Dion Akhirnya Ibadah di Gereja Lagi, Berkat Diajak Suster dengan Cara 'Agak Laen'
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Tunduk ke Pemprov Jabar, Pemkab Bogor Pastikan Hanya Tambang Legal yang Boleh Beroperasi
-
Sinopsis Viral Hit, Drama Action Jepang Terbaru Oji Suzuka di Netflix
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
-
Profil Timnas RD Kongo: Macan Tutul yang Lolos Dramatis ke Piala Dunia Usai Penantian Panjang
-
YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah
-
Perempuan yang Selalu Meminta Diantarkan Pulang
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook