Foto / News
Selasa, 12 Mei 2026 | 18:44 WIB
Suasana pemukiman penduduk dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana pemukiman penduduk dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana pemukiman penduduk dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga beraktivitas dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana pemukiman penduduk dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana pemukiman penduduk dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana pemukiman penduduk dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (12/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Suasana pemukiman penduduk dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (11/5/2026). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61%.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang tetap kuat selama periode libur nasional dan Ramadan. Sektor akomodasi serta makan minum tercatat tumbuh paling tinggi.

BPS mencatat Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 57 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Industri pengolahan juga menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen seiring penguatan permintaan domestik dan investasi. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada 2027. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More