SUARA SEMARANG - Pendapatan manajemen PSIS Semarang bisa saja mengalami penurunan saat bermain di kandang Stadion Jatidiri.
Sesuai regulasi PSSI, ada aturan yang harus ditepati PSIS Semarang dan klub-klub lain saat bermain sebagai tuan rumah.
Aturan pangkas kursi dari PSSI akan menyebabkan pendapatan PSIS Semarang akan anjlok hingga setengahnya.
PSSI dikabarkan menerapkan regulasi kapasitas stadion kandang PSIS Semarang dan klub lain tak bisa dipakai secara maksimal melainkan hanya setengahnya.
Hal itu berbeda dari musim-musim sebelumnya, karena manajemen PSIS Semarang bisa mencetak tiket sesuai kapasitas stadion dan menjadi pundi-pundi keuangan klub.
Dengan regulasi PSSI tersebut, maka keuangan PSIS Semarang bisa saja menjadi turun setengahnya dari pendapatan tiket musim lalu.
PSIS Semarang nantinya juga belum bisa menjual tiket pada suporter tim tamu, hal ini juga sebagai regulasi dari PSSI.
Jika diilustrasikan, kapasitas Stadion kandang PSIS Semarang Jatidiri 25.000 tempat duduk maka yang boleh dipakai hanya 12.500 kursi.
Di musim lalu, tiket nonton PSIS Semarang terbagi tiga kategori yaitu Rp 75 ribu untuk tribun utara dan selatan, Rp 120 ribu untuk tribun timur dan 200 ribu untuk tribun barat.
Baca Juga: Pelatih Tokyo Verdy Disebut Belajar Dari Indra Sjafri, Pratama Arhan Diganjar MOM
Jika diambil harga termurah Rp 75 ribu untuk semua kursi penonton 12.500 maka pendapatan minimal mencapai Rp 937,5 juta.
Padahal musim lalu, jika dihitung dengan tiket termurah saja maka pendapatan PSIS Semarang bisa mencapai Rp 1,875 miliar.
Maka pemasukan tiket PSIS Semarang antara musim lalu dan musim ini bisa saja mengalami penurunan ratusan juta rupiah.
Dengan catatan, pendapatan PSIS Semarang itu dihitung berdasarkan harga tiket paling murah dan semua kursi penuh.
Dengan berkurangnya pendapatan tersebut, manajemen PSIS Semarang harus memutar otak agar mengecilnya uang tak mempengaruhi keuangan klub.***
Berita Terkait
-
Bukan Carlos Fortes, Taisei Marukawa Sebut Septian David Maulana sebagai Pemain Terbaik PSIS Semarang
-
Gabung Bhayangkara FC, Bek PSIS Semarang Brandon Scheunemann Bisa Ikuti Program Baru PSSI
-
Nunggu Carlos Fortes? Striker PSIS Semarang Tambah Gacor Usai Bulan Madu BarengAndreia Sousa di Tanzania
-
Deal, Bos Yoyok Sukawi - Boubakary Diarra Duduk Bareng di Tribun PSIS Semarang Amankan Gelandang Perancis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Huawei MatePad Mini Resmi Meluncur, Tablet Mini Tertipis dan Teringan Dibanderol Rp8,9 Juta
-
Ramalan Zodiak Kamis 25 Juni 2026: Cancer, Virgo, dan Capricorn Beruntung Besar Hari Ini!
-
Hasil Piala Dunia 2026: Bosnia Jaga Asa ke 32 Besar dan Singkirkan Qatar
-
Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Pompa Air Otomatis yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasi Terlaris dan Hemat Listrik
-
Lipstik Wardah Apakah Tahan Lama? Ini 4 Pilihan dengan Klaim Awet hingga 20 Jam
-
ASN Pemukul Perawat di RSUD Koesnadi Jadi Tersangka