/
Kamis, 15 Juni 2023 | 20:44 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra (Dok Bank Indonesia Jawa Tengah)

SUARA SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah (KPw BI Prov Jateng) meminta pihak bank untuk rajin melakukan pengecekan di merchant yang menggunakan QRIS.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar QRIS di masing-masing merchant bisa tetap prima kondisinya untuk digunakan transaksi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, masing-masing bank yang menerbitkan QRIS di merchant bisa memberikan saran tentang apa saja yang sebaiknya dilakukan agar QR Code awet.

"Sebaiknya QRIS memang ditaruh di akrilik agar tidak cepat rusak karena tersentuh," katanya, Kamis (15/6/2023) di Kantor BI Jawa Tengah.

Pemeliharaan QRIS menjadi penting lantaran transaksi dengan menggunakan cara scan ini sedang digencarkan.

Tercatat, pertumbuhan pengguna baru QRIS sampai dengan April 2023 tercatat sebesar 3,82 juta dengan total 776.900 pengguna baru sepanjang 2023 dan volume transaksi sebesar mencapai 27,98 juta kali transaksi (ytd).

Nominal transaksi QRIS tumbuh mencapai Rp2,7 triliun atau sebesar 203,45 persen (yoy).

Pada bulan Mei 2023, jumlah merchant QRIS di Jawa Tengah mencapai 2,65 juta merchant QRIS (ytd) dengan pertumbuhan 86,03 persen (yoy).

UMKM mendominasi sebesar 98,14 persen dari total keseluruhan merchant QRIS di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Tiga Korporasi Tersangka Korupsi Minyak Goreng

Kategori merchant QRIS terbesar berasal dari sektor Usaha Mikro sebesar 73,50 persen

Untuk mendorong penggunaan QRIS, BI Jawa Tengah juga telah mengajak para pekerja untuk menggunakan QRIS.

BI Jawa Tengah sendiri telah menggandeng 10 pabrik dan berhasil mengajak sebanyak 12.170 pekerja untuk melek QRIS.

Ke depannya, pabrik-pabrik lain akan diajak untuk penggunaan QRIS lebih gencar, terutama yang penggajiannya sudah dengan sistem payroll dan bekerjasama dengan bank.

"Dengan QRIS sebenarnya jadi lebih mudah karena semua transaksinya tercatat. Beda dengan transaksi tunai yang kadang kita lupa dan tahu-tahu uang di dompet habis," tambahnya.

Load More