SUARA SEMARANG - Argentina yang dikenal sebagai juara dunia sepak bola harus mengakui kesulitan yang ditimbulkan oleh pemain muda Indonesia, Pratama Arhan, dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno.
Meski Argentina tidak menganggap pemain Indonesia secara khusus, lemparan Pratama Arhan menjadi senjata yang sulit dihadapi oleh skuad Argentina.
Pratama Arhan, yang baru memulai debut profesional pada tahun 2020 bersama PSIS Semarang, telah mencuri perhatian banyak pencinta sepak bola tanah air.
Keahliannya dalam melepaskan lemparan ke dalam lapangan semakin meningkat sejak dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong.
Lemparan ke dalamnya yang akurat dan berbahaya selalu menyulitkan gawang lawan.
Pada pertandingan melawan Argentina, Arhan masuk di babak kedua dan segera memberikan dampak signifikan.
Empat lemparan yang dilakukannya memaksa kiper Argentina, Emiliano Martinez, bekerja keras untuk menghentikannya.
Bahkan, satu lemparan akurat Arhan berhasil diheadernya oleh Elkan Bagot hingga menciptakan ancaman serius bagi Argentina.
Perubahan permainan Timnas Indonesia tercatat berkat kehadiran Pratama Arhan.
Baca Juga: Marselino Ferdinan Buka Peluang Main di Liga Inggris, Disebut Top Talent oleh Media Inggris
Keunggulan lemparan ke dalamnya membuat Pratama Farhan berhasil mencatatkan dua key passes, dan keakuratannya mencapai 84%.
Arhan juga menunjukkan kontribusinya dalam permainan dengan 33 sentuhan dan satu crossing akurat dari tiga percobaan utama.
Media-media Argentina, seperti La Nacion dan TNT Sport, mengakui kemampuan Arhan dalam melaksanakan lemparan ke dalam yang sulit.
Mereka menyebutnya sebagai fullback luar biasa yang menjadi ancaman bagi Argentina.
Arhan menggunakan handuk untuk mengeringkan bola karena kelembaban di Jakarta, strategi yang tidak lazim namun efektif.
Pemain-pemain lain yang terkenal dengan lemparan jauh seperti Roudry Delap, Christian Fuchs, dan Aron Gunnarsson juga diakui kemampuannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka