SUARA SEMARANG - Manajemen Persib Bandung masih adem ayem di saat Bali United memastikan kenaikan harga tiket untuk musim depan.
Artinya, saat ini terjadi perbedaan harga tiket Persib Bandung dan Bali United yang cukup jauh.
Bahkan sekali nonton Bali United di Stadion I Wayan Dipta, uang yang dikeluarkan bisa digunakan untuk membeli dua kali tiket Persib Bandung di Stadion GBLA.
Sampai saat ini Persib Bandung belum ada tanda-tanda untuk merubah nominal tiket bagi suporter dan fans yang akan datang di stadion secara langsung.
Di saat bersamaan dengan kondisi Persib Bandung tersebut, manajemen Bali United sudah memastikan akan menaikkan harga tiket dengan dua varian harga.
Untuk Persib Bandung terlebih dahulu, tiket diperkirakan masih akan sama dengan musim lalu yakni terdiri dari 5 kategori.
Harga tiket termurah Persib Bandung yakni Rp 70 ribu yang beraad di tribun timur bagian bawah dan tribun selatan bagian bawah.
Tiga kategori tiket Persib Bandung lainnya yakni harga Rp 100 ribu untuk tribun samping barat dan selatan bagian bawah dan utara bagian bawah.
Untuk suporter yang ingin membeli tiket termahal Persib Bandung cukup dengan uang Rp 200 ribu.
Baca Juga: Fix Shin Tae Yong Dapat Jatah Big Match Tahun 2024, Pertanda Perpanjangan Kontrak Dari PSSI Lagi?
Berbeda jauh dengan Persib Bandung, tiket termurah Bali United sudah dipatok dengan harga Rp 100 ribu yang musim lalu hanya Rp 60 ribu.
Sementara tiket VIP menjadi Rp 400 ribu dari yang sebelumnya 300 ribu dan nominal tahun depan berarti dua kali lipatnya harga tiket Persib Bandung.
Mengenai kenaikan harga tiket tersebut, CEO Bali United, Yabes Tanuri telah menyampaikan sejumlah alasan salah satunya adalah berkurangnya kuota penonton untuk musim depan. Alasan kedua adalah adanya peningkatan kenyamanan penonton dengan single seat.
Untuk itu bagi fans Persib Bandung yang nantinya bersiap nonton laga away melawan Bali United harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam.***
Berita Terkait
-
Steward Stadion GBK "Selamatkan" Garnacho dari Pitch Invader, Langsung Seret Keluar Lapangan
-
Kena Regulasi PSSI, Manajemen Persib Bandung Rugi Rp 1,3 Miliar Saat Main di Stadion GBLA Musim Ini
-
Tiket Liga Champions Asia Bali United Terganjal Lee Man dan Juara Bertahan Urawa Red Diamonds
-
Klub David Beckham Sebabkan Lionel Messi Batal ke Indonesia dan Hanya Sampai Australia?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat