SUARA SEMARANG - Is Pusakata atau Mohammad Istiqamah Djamad memberikan sindiran pada penyanyi cover.
Namun Is Pusakata tidak menyebut langsung nama penyanyi cover yang dia maksud dalam unggahannya.
Dalam instagramnya, Is Pusakata mengaku kaget ada penyanyi cover yang mendapatkan fee Rp50 juta.
Fenomena ini membuat dia berkelakar untuk berhenti menciptakan lagu.
"Saya Mohammad Istiqamah Djamad ingin banting setir jadi penyanyi cover biar bayaran saya banyak. Saya sudah males bikin lagu," kata Is Pusakata dalam videonya.
Namun beberapa saat kemudian di unggahan lainnya dia memberikan klarifikasi bahwa dia akan tetap membuat lagu.
Dia juga tidak melarang siapa pun untuk melakukan cover pada lagu-lagunya.
Mantan vokalis Payung Teduh ini kaget dua unggahan yang dia posting di instagram @pusakata mendapat engagement yang besar dari netizen Indonesia.
"Silakan saja (cover lagu). Saya cuma kaget. Saya akan tetap bikin lagu yang banyak. Ya kali," kata Is dengan tertawa.
Baca Juga: Nasdem Sebut Satu Nama Cawapres di Kantong Anies Bukan Basa-basi, Siapa Sih?
Di unggahan Is Pusakata yang pertama menyindir penyanyi cover, dia juga mendoakan agar mereka mendapatkan rezeki dari tuhan.
"Fee Rp50 juta akustikan mainin lagu orang semua. Hebat, Jadi segan kami-kami yang punya lagu. Semoga rezekinya selalu lancar. Aamiin Yaa Rabb," tulisnya.
Unggahan Is Pusakata tersebut medapatkan respons dukungan dari para netizen yang menyebut bahwa penyanyi cover harus memiliki karya sendiri dan tidak mengkomersilkan karya orang lain tanpa izin atau sesuai aturan.
Selain itu, banyak pula yang menyenggol akun-akun penyanyi cover yang biasa mengunggah lagu hasil cover di YouTube, seperti Felix, Zinidin Zidan, Tri Suaka dan lainnya.
"@viavallen @zinidinzidan.official @felixian.id ciptain lagu yaa. mau tag yg suka cover lagu lainnya gak tau nama ignya," tulis netizen dalam komentar.
"3 suaka yaa," timpal netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY