SUARA SEMARANG - Harga tiket nonton pertandingan di stadion ikut mempengaruhi omset penghasilan saat laga di kandang. Salah satunya terhadap klub Persija Jakarta dan PSIS Semarang.
Persija dan PSIS ternyata memiliki omset yang tinggi untuk penghasilan tiket laga kandang dibandingkan Persib, Persebaya dan Bali United.
Bahkan peringkat PSIS merupakan klub paling banyak menghasilkan omset pertandingan kandang dari penjualan tiket nonton di stadion nomor dua di Liga 1.
Di sisi lain, para penonton atau suporter banyak yang protes akan harga tiket nonton pertandingan di stadion, seperti suporter Persib dan Bali United.
Berdasarkan simulasi jumlah penghasilan omset tiket pertandingan di kandang dalam satu laga serta selama semusim Liga 1.
Maka didapatkan Persija dan PSIS adalah dua klub dengan penghasilan omset tiket pertandingan paling tinggi.
Simulasi pemasukan klub Liga 1 didasarkan dari harga tiket termurah jika kondisi stadion terisi penuh selama satu musim.
Harga tiket ini juga dihitung dengan sama rata atau pukul rata dengan yang termurah tanpa adanya perhitungan dari kategori VIP atau VVIP.
Untuk harga tiket Persija Lounge Rp1.000.000, VIP Barat Zona 1 & 12 Rp300.000, Kategori I Zona 2 & 11 Rp175.000. Tiket Bundling Voucher Tenant Persija Fair VIP Barat Zona 12 Rp300.000 + Voucher Rp50.000.
Baca Juga: Menanti Debut Elkan Baggott Hentikan Garnacho di EPL, Ramai Diminati Tottenham Hotspurs
Hasilnya, Persija Jakarta yang memiliki harga tiket rata-rata termurah Rp 75 ribu justru memiliki pendapatan terbesar.
Sedangkan PSIS Semarang VIP Rp 300.000, Barat Rp 200.000, Timur Rp 120.000, dan Timur Panser Biru Rp 120.000.
Sementara Persib dan Bali United yang dinilai kenaikan harga tiket hanya sekadar mencari untung, justru hanya berada di peringkat ke-4 dan ke-6.
Klub juga menyatakan alasan harga tiket dinaikan menjadi wajar dengan diberengi fasilitas yang ditawarkan. Seperti misalnya, rasa nyaman dan aman lewat single seat yang membuat penonton tidak lagi berdesakan menyaksikan tim kesayangan berlaga.
Tentu saja bagi klub kehadiran penonton langsung ke stadion bisa sangat membantu perekonomian untuk upgrade stadion atau bahkan belanja pemain berkualitas.
Berikut 6 besar klub dengan pendapatan atau penghasilan tiket kandang paling tinggi di Liga 1, melansir akun Instagram @pengamatsepakbola.
Tag
Berita Terkait
-
Duel Sengit Arema FC Vs Persib Bandung: Bagaimana Nasib Klub Usai Kekalahan Memalukan? Nonton Live Streaming di Sini
-
Pemain Persija Ungkap Beda Gaya Melatih Thomas Doll dan Shin Tae-yong, Tapi Sama-sama Keras
-
Kontroversi Jersey Baru Arema FC: 'Kesalahan Fatal' Penulisan Angka Korban Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Ortuseight Playday Hadir di 6 Kota, Dorong Pembinaan Futsal Pelajar
-
Kuliner Wisata Kemiren Meluapkan Limbah Sapi Biogas Desa
-
Kenaikan Saham FAST Tidak Wajar, BEI Ambil Tindakan
-
Purbaya Janji Tak Kejar-kejar Pajak dari Pemilik Rumah Kontrakan
-
Warga Jakarta Diminta Beralih ke Transportasi Umum untuk Tekan Polusi Udara
-
Heboh Pembatasan BBM dari Desil, Purbaya Pastikan Driver Ojol Tetap Bisa Beli Pertalite
-
Strategi Purbaya Atasi Utang Rp 10 Ribu Triliun, Benahi Pajak hingga Libatkan Danantara
-
Xdinary Heroes Batalkan Fan Meeting THE X-TOWN, Mengapa?
-
3 Parfum yang Tidak Meninggalkan Noda Kuning di Baju Putih, Wanginya Tahan Lama
-
Ulasan The Cat Who Saved Books: Kisah Hangat tentang Cinta pada Buku