SUARA SEMARANG - Dalam rangka mewujudkan salah satu tridarma perguruan tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat, dosen Politeknik Negeri Semarang (Polines) menghibahkan sebuah Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin penyaring sari kedelai di pabrik rumahan produksi tahu di Dusun Jetis, Desa Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Ali Sai’in mengatakan bahwa TTG dalam bentuk mesin penyaring sari kedelai yang dihibahkan ini diciptakan sendiri sesuai survei kebutuhan di masyarakat.
Adapun proses pembuatan mesin penyaring sari kedelai ini dimulai sejak bulan Februari 2023.
“Sejak bulan Februari kami sudah melaksanakan survei di lapangan, yang menarik perhatian salah satunya home industry di Ungaran ini. Kami melihat proses produksi tahu dan merasa ada yang bisa ditingkatkan,” jelas Ali Sabtu (15/7/2023).
Dari beberapa proses tahapan produksi tahu yang masih dilakukan dengan konvensional, Ali mengatakan proses penyaringan sari kedelai yang menggunakan tenaga manusia bisa dialihkan menjadi tenaga mesin.
“Dengan begitu, pabrikan rumahan bisa memproduksi tahu dengan lebih efektif dan juga efisien,” imbuhnya.
Ali menjelaskan bahwa prinsip kerja dari mesinnya dilakukan dengan cara menyedot sari kedelai di dalam tabung menggunakan pompa, yang kemudian disalurkan ke penyaring tahu yang bergerak maju mundur secara otomatis dengan motor listrik.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan bisa membantu proses produksi, yang bisa diterapkan di pabrikan rumahan lainnya.
“Tentunya jika ada yang berminat, kami bisa juga membantu untuk menciptakan mesinnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Muharram Disebut Bulan Anak Yatim, Buya Yahya Bilang Begini
Putra dari pemilik pabrik rumahan tahu yang diberikan hibah, Sam’un Hadi mengaku berterima kasih atas pemberian mesin penyaring sari kedelai ini lantaran bisa memproduksi tahu dengan lebih higienis dan terjaga kualitasnya.
Dirinya mengatakan bahwa usaha produksi tahu rumahan yang digeluti keluarganya itu sudah berlangsung sejak tahun 1979-an, kemudian berpindah ke lokasi yang sekarang di tahun 1997-an.
“Dari dulu ya memang masih menggunakan tenaga manusia seluruhnya,” sambungnya.
Dirinya menginginkan produksi tahu ini bisa terus lestari, apalagi tahu merupakan makanan yang merakyat. Dengan hadirnya teknologi baru di pabrikan rumahan milik orang tuanya, ia berharap proses produksi bisa lebih maksimal lagi.
Dijelaskan, bahwa proses produksi tahu memakan waktu yang tidak sedikit.
Pertama, kedelai perlu ditakar dan direndam air supaya teksturnya mudah diolah. Biji kedelai kemudian digiling dan selanjutnya direbus.
Proses berikutnya ialah penyaringan ampas dari sari kedelai dan ditutup dengan pencetakan bentuk.
“Namanya tenaga manusia kan ada lelahnya, jika dibantu teknologi seperti ini bisa lebih baik,” sambungnya.
Dia berharap, beberapa pabrik tahu lainnya juga dapat merasakan kemudahan produksi karena menggunakan alat penyaring sari tahu yang diterima dari Polines Semarang seperti miliknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M di, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?
-
Gantikan Hotman, Mantan Jubir KPK Kini Pasang Badan Jadi Advokat Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
KPK Bongkar Alasan Tahan Febrie, Ada 'Surat Sakti' yang Dikirim Sejak Jumat Pagi
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag