/
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 14:39 WIB
Pemilik UMKM Pande Besi Mukti Tempa Banyumas Muchlis (kiri) saat menunjukkan produknya kepada Ketua Pengurus YDBA, Sigit Kumala (kanan) belum lama ini (Suara Semarang (DOK))

UMKM pilot yang bergabung dengan YDBA pada tahun 2020 ini merupakan Ketua Komunitas Gayeng Ruyeng yang aktif dalam menjalankan pembinaan UMKM YDBA.

Beberapa program yang telah diikuti, antara lain Pelatihan Mentalitas Dasar, Pelatihan dan Pendampingan Manajemen 5R serta Pembukuan Sederhana, Pelatihan Pengetahuan Bahan dan Teknik Tempa, Pelatihan Teknik Pengukuran serta Gambar Teknik, Pelatihan Cost Calculation, Pelatihan Proses Penempaan dan lainnya.

Dalam kegiatan ini Sigit menyampaikan, UMKM Pande Besi di Pasir Wetan cukup komitmen dalam menjalankan pembinaan.

Mereka antusias dalam mengembangan produk, khususnya pisau yang memiliki potensi untuk dipasok ke berbagai pasar, seperti sektor horeka (hotel, restoran dan kafe).

"Semoga tidak hanya menambah semangat UMKM dalam menghasilkan produk sesuai standar QCD, tetapi juga bisa memperluas UMKM dalam memasarkan produknya," kata dia.

YDBA juga sekaligus ingin mengajak para stakeholders tersebut untuk berkolaborasi baik sebagai Ayah Angkat maupun offtaker bagi pelaku UMKM Pande Besi di Banyumas.

Ayah Angkat merupakan program YDBA yang melibatkan perusahaan untuk turut terlibat dalam membina UMKM dan memberi kesempatan UMKM tersebut untuk memasok produknya ke perusahaan sesuai standar QCD (quality, cost, delivery) yang ditentukan oleh Ayah Angkat.

Sedangkan Offtaker adalah perusahaan yang memberi kesempatan kepada UMKM untuk memasok produknya sesuai dengan standar QCD yang telah ditetapkan perusahaan.***

Kontributor: Diaz

Baca Juga: Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Load More