SUARA SEMARANG - Nominal harga pasaran Asnawi Mangkualam diketahui tak ada peningkatan dalam setahun terakhir ini.
Namun seiring performa bagus Asnawi Mangkualam yang ditunjukkan dalam beberapa pekan terakhir membuat harga pasaran bek kanan tersebut diprediksi melonjak.
Bahkan harga Asnawi Mangkualam diperkirakan akan mendekati nominal terbaik sepanjang karir yang pernah dilalui kapten Timnas Indonesia tersebut.
Dari catatan transfermarkt harga pasaran Asnawi Mangkualam cenderung meningkat semenjak tahun 2017 silam.
Saat masih memperkuat PSM Makassar di tahun tersebut harga Asnawi Mangkualam berada pada kisaran Rp 2,61 miliar ketika berusia 17 tahun.
Sebelum tahun 2020, harga Asnawi Mangkualam di bursa transfer juga tak mengalami perkembangan signifikan dan bahwa sempat anjlok menjadi Rp 2,17 miliar di tahun 2019.
Meski kemudian mengalami lonjakan berarti di tahun 2020 menjadi Rp 3,48 miliar saat berusia 20 tahun.
Harga pasaran Asnawi Mangkualam mengalami lonjakan tinggi saat berpindah klub di Ansan Greeners menjadi Rp 5,21 miliar di tahun 2021.
Harga pasarannya terus meningkat dan tertinggi di akhir tahun 2021 dengan nominal Rp 6,52 miliar ketika berusia 22 tahun.
Baca Juga: Bentrok Patro Eisden, Pembuktian Marselino Ferdinan di Liga Belgia Musim Ini
Namun setelahnya Asnawi Mangkualam mengalami penurunan harga di bursa transfer dan cenderung stagnan mulai 18 Juni 2022 hingga 23 Juni 2023 berada di kisaran Rp 5,65 miliar.
Namun nominal itu bisa saja kemudian melonjak tinggi seiring performa yang ditunjukkan oleh Asnawi Mangkualam di musim ini.
Hingga saat ini, Asnawi Mangkualam sudah memainkan 17 laga dengan stau diantaranya bermain saat jeonnam Dragons berlaga di Piala FA Korea.
Hal yang membuat harganya melambung bisa jadi karena Asnawi Mangkualam diduga kuat telah didekati oleh klub yang bermain di kasta tertinggi Korea Selatan.
Disebut-sebut klub dengan inisial S lah yang sudah menjalin kontak dengan pihak Asnawi Mangkualam musim ini.
Klub S tersebut bisa Seoul FC, Suwon FC maupun Suwon Bluewings yang memang sedang mencari bakat-bakat muda sebagaimana Asnawi Mangkualam untuk regenerasi.
Berita Terkait
-
Diam-Diam Asnawi Mangkualam Hantarkan Si Kribo Puncaki Topskor K2 Lewati Klub Timnas Korea
-
Raih MVP, Klub Asnawi Mangkualam Dinobatkan Terbaik dan Sumbang 4 Pemain Top Terbanyak
-
Banderol Marselino Ferdinan Naik Gila-Gilaan di Eropa, KMSK Deinze Untung Besar
-
TOP Statistik Marselino Ferdinan Ungguli Asnawi dan Pratama Arhan, Buka Jalan ke Eropa
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Transformasi Ekonomi Rakyat, BRI Bawa Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi