SUARA SEMARANG - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memahami perasaan Thomas Doll dan Bernardo Tavares.
Shin Tae-yong mengerti bahwa pelatih Persija dan PSM Makassar tersebut enggan segera mengirimkan pemainnya mengikuti TC Timnas U-23.
Hal itu dikarenakan Shin Tae-yong paham bahwa TC Timnas U-23 dilakukan di tengah kompetisi BRI Liga 1 yang sedang berjalan.
Terlebih lagi Shin Tae-yong mengakui bahwa pelatih tidak wajib melepas pemainnya karena TC Timnas U-23 dan Piala AFF U-23 bukan merupakan agenda FIFA.
"Memang dari klub tidak wajib untuk melepas pemain karena ini Piala AFF, dan apalagi di BRI Liga 1 ada yang tidak dilepas," ucap Shin Tae-yong dikutip dari suara.com, Jumat (11/8/2023).
Shin Tae-yong juga memahami bahwa para pelatih tersebut mendapatkan target dari pihak klub dan sulit untuk melepas pemain inti mereka.
"Saya bisa mengerti hati pelatih klub-klub seperti apa, karena mempunyai target masing-masing dan prestasi di liga, apalagi pemain yang dipanggil pemain inti di tim mereka," pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji kesal dengan pelatih asing yang enggan melepas pemain ketika dipanggil TC Timnas.
Sumardji menilai, para pelatih tersebut selalu beralasan bahwa pemanggilan para pemain bukan kewajiban karena bukan agenda FIFA.
Baca Juga: 7 Film Indonesia yang Tayang di Netflix Agustus 2023
"Jadi pada kesempatan ini, saya berharap dukungan dari masyarakat karena kalau tidak ada dukungan dari masyarakat, kami pun akan kesulitan karena pelatih asing selalu berlindung pada bukan kalender FIFA," kata Sumardji saat ditemui di Lapangan A Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2023).
Diketahui, Piala AFF U-23 2023 berlangsung di Thailand pada 17 hingga 26 Agustus mendatang.
Timnas Indonesia U-23 berada di Grup B bersama Malaysia dan Timor Leste.
Dari 23 pemain yang dipanggil Shin Tae-yong, baru ada 17 bergabung sejak 10 Agustus 2023.
Beberapa di antara pemain yang belum bergabung mengkonfirmasi akan menyusul karena ada beberapa hal, seperti duo PSIS Semarang Alfeandra Dewangga dan Adi Satryo yang sedang cedera dan sakit.
Berita Terkait
-
Pemain Keturunan Indonesia Resmi Gabung Inter Milan, Tanda Semakin Dekat Dinaturalisasi?
-
Shin Tae-yong Paham Perasaan Thomas Doll dan Bernardo Tavares: Pelatih Punya Target Prestasi di Liga
-
Persija dan PSM Masih Tahan Pemain Ikut TC Timnas, PSSI: Pelatih Asing Selalu Berlindung Pada Bukan Kalender FIFA
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Jokowi Akan Sambangi Sejumlah Daerah, Pengamat Soroti Strategi Politik Jangka Panjang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Piala Dunia 2026 Makin Canggih! Drone Penyelamat Siaga di Setiap Stadion
-
Dia yang Minta! Mikel Arteta Beberkan Alasan Gabriel Jadi Eksekutor Terakhir Arsenal
-
Diramaikan Sandiaga Uno, Ajang Lari 5K di Senayan Kampanye 10 Ribu Langkah Per Hari
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
Pemuda Putus Cinta di Batam Bacok Tangan Sendiri, Ngaku Dibegal Biar Mantan Kasihan
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang