SUARA SEMARANG - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) tekankan pentingnya menangani kebencanaan di Indonesia.
Salah satu poinnya yakni kesehatan reproduksi, di mana hal ino bisa menjadi bencana dibalik bencana bila diabaikan.
Hal itu diungkap dalam Diseminasi Hasil Riset Kolaborasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia bersama Universitas Negeri Semarang dan Best Practice Respon Bencana di Indonesia, di Fakultas Kedokteran (FK) Unnes.
Ketua Pengurus PKBI Nasional, Ichsan Malik menjelaskan perlunya penanganan yang lebih baik dan efektif lagi dalam menanggapi bencana.
Hal ini karena Indonesia paling besar potensinya terjadi bencana, sehingga harus siap.
"Salah satu poin yakni terkait penanganan soal kesehatan reproduksi dan kebencanaan. kesehatan reproduksi kok sering diabaikan ini paket minimal awal itu penting," katanya.
Selain itu, soal data kebencanaan juga penting, karena banyak yang tidak terdata.
"Misalnya di tenda PKBI saat bencana di Cianjur itu lahir 39 bayi. Itu semua dilakukan ditenda," kata dia.
Lebih jauh menurutnya, kerjasama dengan Universitas, BNPB, dan pihak lain juga jadi penting agar lebih siap lagi menghadapi bencana.
"Jangan sampai terjadi bencana (kemanusiaan) di balik bencana," kata dia.
Sementara itu Wakil Dekan III FK Unnes Dr. Irwan Budiono M.Kes (EPID) mengatakan ada tiga riset yang sudah dilakukan.
"Dari hasil riset ini kita punya sasaran untuk meluaskannya yakni mitra Unnes seperti Dinas Kesehatan. Apa yang dilakukan? Bisa di upskill ke wilayah yang lebih luas di tempat lain," kata dia.
Lebih jauh kedepan kajian soal fenomena prostitusi juga bisa jadi fokus.
Supaya bisa ada upaya bahwa dalam situasi bencana diperhatikan kerentananny, dimana hal itu bisa menimbulkan bencana yang lebih besar daripada bencana itu sendiri.
Adapun dalam kegiatan itu juga menghadirkan beberapa pihak dari BKKBN, BNPB, dan Kedubes Australia.***
Kontributor: Diaz
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Kecelakaan Maut Innova Anggota DPR di Tol Paspro Diduga Akibat Microsleep