SUARA SEMARANG - Setelah sukses dengan Vasa Hotel Brand, hotel bintang lima yang berada di pusat Surabaya, Tanly kembali akan membuka hotel baru yakni Vasa Resort Ubud, Vasa Hotel Benoa, Vasa Hotel Batu, Vasa Hotel and Resort Bromo, Vasa Jogja, dan Vasa Manado .
Selain Vasa Hotel, Tanly Hospitality juga mengoperasikan merek hotel bintang tiga plus di Kuta, Bali dan Kota Malang yang dikenal sebagai Solaris Hotel. Sedangkan untuk hotel bisnis, Tanly Hospitality mengelola tiga properti di lokasi strategis di jantung Kota Surabaya, yaitu Cleo Hotel Jemur Sari, Cleo Hotel Walikota Mustajab, dan Cleo Hotel Basuki Rahmat.
Mona Cella – Cluster Director Marketing Communication Tanly Hospitality menjelaskan bahwa salah satu merek Vasa Hotels, Vasa Ubud, dijadwalkan akan selesai pada tahun 2026 hingga 2027, sementara di Kota Wisata Batu, rencananya akan hadir pada tahun 2028.
"Kami sangat antusias untuk menghadirkan brand Vasa Hotels di kota-kota besar di Indonesia. Setelah menjadi ikon hotel lifestyle di Surabaya, kami optimis bahwa dengan iklim investasi yang semakin membaik setelah pandemi diikuti dengan pembukaan kembali penerbangan di berbagai rute domestik dan internasional dari dan ke berbagai negara, hotel-hotel di bawah naungan Tanly akan menjadi hotel favorit masyarakat Indonesia di kawasan tersebut," tandas Mona Cella – Cluster Director Marketing Communication Tanly Hospitality.
Selain itu, Tanly juga akan memperluas jaringan restoran terbaiknya seperti Chamas Churascaria Brazilian Resto dan Bonne Journe ke berbagai kota besar di Indonesia, melengkapi portofolio hotel-hotel yang ada di bawah naungan Tanly Hospitality, termasuk Vasa Hotel Surabaya, Cleo Hotels Surabaya, Solaris Malang, dan Kuta.
Ia menegaskan bahwa seluruh hotel, resor, hingga restoran yang dikelola oleh Tanly Hospitality menyasar segmen bisnis, liburan, dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Mona menjelaskan bahwa proyek-proyek ini adalah dukungan nyata terhadap pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.
“Tanly selalu melakukan studi kelayakan untuk menyesuaikan penawaran produk dengan perkembangan kawasan yang akan dibangun. Mereka juga berusaha mengintegrasikan unsur kearifan lokal dalam desain hotel mereka,” ungkapnya
Mona menambahkan bahwa investasi untuk bisnis perhotelan pada tahun 2023 mencapai Rp 460 miliar dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 510 miliar pada tahun 2024.
"Kami bukan hanya mencari keuntungan dalam pengelolaan, tetapi juga memperhatikan dampak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," ujarnya.
Baca Juga: Cerita Perjalanan Cinta Gina dan Kinos sebelum Menikah: Sempet Hopeless
Melalui bisnis perhotelan ini, Tanly berharap dapat menyerap ratusan tenaga kerja di sektor perhotelan. Dengan demikian, dengan total tiga merek hotel dan dua merek outlet makanan & minuman yang akan dibangun, mereka berencana untuk menyerap ribuan tenaga kerja dalam industri perhotelan di Indonesia.
Sementara itu, Cluster Marcom Manager Tanly Hospitality, Septian Reca, menjelaskan bahwa tempat-tempat populer yang dipilih dalam proyek Tanly dirancang untuk para tamu yang ingin mengekspresikan diri dan menjelajah.
"Tanly is Different by Design. Tanly ingin menggabungkan semangat modern dengan kearifan budaya lokal. Kami ingin menjadikan hotel, resor, atau restoran kami sangat ikonik dan Instagrammable," tambahnya.
Tanly Hospitality menawarkan gaya hidup baru di lokasi strategis dan destinasi pariwisata yang pasti akan menjadi tempat yang paling diminati di wilayah tersebut. Daerah-daerah ini terkenal dengan pantai, matahari terbit, pemandangan gunung, matahari terbenam yang indah, suasana kota yang bersemangat, dan budaya setiap daerah yang hangat, menjadikannya tempat ideal bagi para wisatawan. Mereka sangat senang menyambut anggota dalam Klub Loyalty Tanly dan berjanji untuk memberikan pengalaman tak terlupakan kepada tamu mereka di properti di bawah naungan Tanly Hospitality," tutup Reca.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi