SUARA SEMARANG - Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pena Mas Ganjar, sebuah kelompok yang beranggotakan sukarelawan dari Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Acara ini bukan hanya sebuah pertunjukan seni biasa, tetapi juga sebuah ajakan kepada generasi milenial untuk merangkul kesenian.
Dalam suasana yang akrab dengan Ganjar Pranowo, koordinator Pusat Pena Mas Ganjar, Reza Abdurrakhman, mengungkapkan bahwa Ganjar Pranowo sangat menghargai nilai-nilai kesenian dan kebudayaan.
Reza menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya Ganjar Pranowo dalam mempromosikan kesenian. Contohnya adalah program "Terima Kasih Jawa Tengah" saat beliau berpamitan sebagai Gubernur Jawa Tengah. Dalam acara tersebut, puluhan kelompok seni rakyat turut ambil bagian.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Pena Mas bulan lalu, yang fokus pada memberikan platform bagi siswa-siswi SMK di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, untuk menunjukkan bakat seni mereka. Kali ini, fokusnya adalah mahasiswa yang akan mengungkapkan kreativitas mereka di panggung.
Rumah Banjarsari, Solo, dipilih sebagai tempat pelaksanaan acara ini, menjadi "art space" yang cocok bagi mahasiswa yang mencintai seni dan budaya.
Pena Mas Ganjar berusaha memberikan wadah bagi mereka untuk mengekspresikan diri dan berbagi kreativitas dengan masyarakat Solo Raya, terutama sesama mahasiswa.
Dalam suasana malam yang mungkin sedikit dingin, tetapi penuh kehangatan seni dan budaya, peserta dan penonton bersatu dalam nikmati acara ini.
Sosialisasi mengenai Ganjar Pranowo sebagai sosok yang mungkin mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2024-2029 juga menjadi bagian dari agenda.
Baca Juga: Viral Pria Menari dengan Busana Wanita Seksi di Acara Kebudayaan Jambi, Langsung Dibubarkan Ormas
Salah satu peserta, Ivan (25), dengan antusias mendukung Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden.
Baginya, Ganjar telah membuktikan kepemimpinannya di Jawa Tengah selama dua periode, dan dia berharap bahwa keberhasilan tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di tingkat nasional untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pentas Kesenian Mahasiswa Solo Raya ini berhasil mengumpulkan semangat seni, kebudayaan, dan dukungan politik dalam satu malam yang tak terlupakan. Semoga kehangatan dan semangat seni terus berkembang di Solo Raya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?