SUARA SEMARANG - Relawan Perempuan Indonesia Pilih Ganjar (Pijar) menggelar tarian massal atau flash Mob di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo di Jalan Pandanaran Kota Semarang, Sabtu 9 September 2023.
Flash mob Pijar diikuti oleh sekitar 120 para perempuan yang terdiri dari berbagai unsur seperti ibu rumah tangga, pekerja karier, serta remaja dan mahasiswi.
Digelarnya flash mob oleh Pijar juga sebagai pemanasan dalam rangka untuk pilih dan menangkan Capres Ganjar Pranowo pada Pemilu 2024.
Ketua Umum Pijar Dyah Kartika Rini menyampaikan, komunitas perempuaan yang dia pimpin guna mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden 2024.
"Flash mob kali ini sekalian olah raga pagi, ibu-ibu kan senang, para perempuan Kota Semarang berkumpul di sini rumah aspirasi relawan Ganjar Pranowo," katanya.
Gerakan flash mob Pijar yang dilakukan merupakan semaangat dalam memilih dan menangkan Ganjar Pranowo. Gerakan dan lagu diciptakan sendiri oleh anggota Pijar.
Para perempuan tampak kompak dalam tiap gerakan yang dikomandoi oleh beberapa instruktur yang ada di panggung.
"Flash mob ini menggunakan lagu diciptakan oleh salah satu aggota Pijar dengan judul lagu Mari Menangkan Ganjar. Tutorial gerakan kami sebarkan keseluruh anggota untuk latihan di rumah, jadi kalau berkumpul sudah hafal gerakan-geraknnya," katanya.
Relawan Pijar dalam gerakannya, selain sosialisai melalui flas mob juga menggelar banyak agenda kegiatan pemenangan Ganjar Pranowo sebagai capres dan presiden kelak.
Baca Juga: Pertunjukan Sastra dan Keroncong di Taman Indonesia Kaya Hibur Masyarakat Kota Semarang
Diantaranya ada aktivitas menyelenggarakan kanvasing atau door to door ke pasar-pasar, rumah-rumah penduduk.
Para relawan Pijar juga bergerak melalui sosial media, dengan mempunyi tim sosmed, dinamai Pijar Siber Tim.
"Pijar siber tim isinya juga ibu-ibu yang bekerja di sosial media, akan mensosialisasikan capaian-capainnya mas Ganjar," katanya.
Aktivitas relawan Pijar lainnya adalah pemberdayaan perempuan dengan melatih ibu-ibu rumah tangga untuk bisa membuat bisnis dari rumah sendiri.
"Ada pelatihan untuk ibu-ibu membuat bisnis rumahan, pelatihan bagaimana membuat bisnis tersebut menjadi lebih menarik dan lebih bernilai jual," katanya.
Relawan Pijar hingga saat ini memiliki lebih dari 3 ribuan anggota yang tersebar di Indonesia. Jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya proses pesta demokrasi menuju Pemilu 2024.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS