SUARA SEMARANG - Bek Timnas Pratama Arhan ternyata tak hanya cerdik di lapangan tapi juga pintar dalam menghindari aturan 'shirt happens'. Ia pun lolos dari kartu kuning wasit Korea yang memimpin laga Indonesia lawan Turkmenistan.
Pratama Arhan mencetak satu dari gua gol yang dilesakkan Timnas Indonesia ke gawang Turkmenistan. Gol inilah yang membunuh semangat lawan untuk menyamakan kedudukan.
Setelah gol terjadi, Pratama Arhan melakukan selebrasi dengan memperlihatkan tulisan di kaos dalam. Selebrasi ini dikenal sebagai shirt happens atau pesan tulisan melalui kaos.
Dari kejadian inilah diketahui Pratama Arhan memahami betul bagaimana aturan sepakbola modern. Bukan karena isi dari tulisan yang ditunjukkan oleh Pratama Arhan namun cara dirinya membuka kaos.
Saat selebrasi gol kemenangan itu Pratama Arhan menuju pinggir lapangan dan mengangkat kaos bagian depannya. Terlihat jelas isi pesan yang ingin ia sampaikan pada publik.
Menariknya, Pratama Arhan tak mengangkat semua bagian kaos depannya. Ia hanya mengangkat seukuran dada tanpa melewati leher.
Bisa jadi apa yang dilakukan oleh Pratama Arhan itu sudah menjadi pengamatan oleh wasit. Lantaran sedikit lagi kaos melewati leher, ia akan dianggap sama dengan melepas baju.
Maka Pratama Arhan akan diganjar kartu kuning akibat melanggar aturan sepakbola modern sebagaimana yang diterapkan oleh federasi sepakbola dunia.
Selain Pratama Arhan sudah banyak pemain sepakbola dunia yang berselebrasi dengan menunjukkan tulisan di kaos atau bahkan melepas kaos untuk memperlihatkan bagian tubuhnya.
Baca Juga: Kontrak Asnawi Mangkualam Tak Diperpanjang Jeonnam Dragons Saat Ini, Jadi Tanda Gabung Klub Besar
Pemain yang tak melepas kaos namun mengangkatnya sampai leher pernah dilakukan oleh Mario Balotelli dan Frederic Kanoute. Meski bagian hanya kaos depan yang melewati bagian leher namun tetap saja diganjar kartu kuning.
Aksi selebrasi sebagaimana yang dilakukan oleh Pratama Arhan dikhawatirkan akan digunakan sebagai ajang politik atau sentimen pribadi yang mengarah ke rasis. Sehingga selebrasi itu dilarang.
Namun Timnas Indonesia beruntung karena Pratama Arhan memahami aturan sepakbola modern dan tak melepas kostumnya.
Di laga tersebut Pratama Arhan bermain selama 90 menit. Ia beberapa kali membantu lini serang dan menunjukkan lemparan jarak jauh khas miliknya.
Hingga akhirnya sundulan Pratama Arhan sukses membawa Timnas Indonesia menang 2-0 atas Turkmenistan. Sekaligus membawa Indonesia ke Piala Asia U-23.***
Berita Terkait
-
Regulasi PSIS Semarang Bisa Gabung di Liga Malaysia Usai Imbangi Selangor
-
Erick Thohir Iming-Imingi Pratama Arhan Main di Perancis Saat di Ruang Ganti
-
Halo Tokyo Verdy, Selebrasi Gol Kapten Pratama Arhan Tunjuk Kepala Lalu Isap Jempol Beri Kode
-
Anulir Penalti, Wasit Malaysia "Bantu" Kemenangan Indonesia Lawan Turkmenistan 2-0
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Korsleting Listrik Hanguskan 3 Kontrakan Dekat Stasiun Karet, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural
-
Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan
-
Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks