SUARA SEMARANG - PSIS Semarang bisa menjadi salah satu kontestan di Liga Malaysia usai imbangi Selangor FC. Lawanya itu bukan klub biasa karena saat ini jadi pesaing utama juara Liga Malaysia.
Secara regulasi pun memungkinkan bagi PSIS Semarang untuk bergabung di Liga Malaysia. Di Malaysia, PSIS Semarang bisa menjadi kekuatan baru penantang juara di setiap musimnya.
Terlebih lagi dengan skuad komplet PSIS Semarang saat ini bisa memberikan perlawanan bagi Selangor maupun klub terkuat Johor Darul Takzim. Sehingga Liga Malaysia akan menjadi lebih kompetitif.
Ada banyak keuntungan bagi PSIS Semarang jika bergabung dengan Liga Malaysia. Pertama, Liga malaysia saat ini memiliki ranking lebih baik dari Liga Indonesia, urutan 13 berbanding 26.
Raihan poin Liga Malaysia yang tinggi di Asia maka akan memudahkan PSIS Semarang bermain di Liga Champions atau AFC. Sehingga tidak perlu melalui kualifikasi yang berlapis.
Tampil di Liga Champions Asia akan mengangkat pamor PSIS Semarang di mata Asia.
Keuntungan kedua adalah dari sisi bisnis jelas menguntungkan karena jumlah fans akan bertambah banyak.
Sehingga penjualan pernak-pernik PSIS Semarang di Malaysia akan memberikan pemasukan lebih banyak untuk manajemen.
Hanya saja manajemen PSIS Semarang juga harus mengeluarkan banyak modal untuk mempersiapkan bermain di Malaysia. Mulai dari memperpendek jarak home base dengan Malaysia bisa dengan cara menyewa stadion setempat.
Baca Juga: Bocoran Dewangga Lawan Turkmenistan Senior-Junior, Shin Tae Yong Rubah Strategi Redam Serangan Balik
Hal itu untuk menghindari para pemain kelelahan saat bermain tandang serta menekan biasa transportasi para pemain.
Jika melihat kualitas pemain dan permainan PSIS Semarang sangat terbuka lebar untuk bergabung dengan kompetisi di negara tetangga tersebut. Dari sisi regulasi juga sah-sah saja.
Saat ini di dunia cukup banyak klub yang berkompetisi di negara lain dan PSIS Semarang bisa mencontohnya. Misal AS Monaco yang pernah beberapa kali menjuarai Liga Perancis ternyata bukan dari Perancis.
Kemudian klub San Marino juga berlaga di Liga Italia. Klub satelit Jepang juga ada yang berlaga di Singapura.
Kehadiran PSIS Semarang di Liga Malaysia justru bisa meningkatkan kualitas kompetisi yang sejauh ini lebih banyak dikuasai oleh Johor Darul Takzim.***
Berita Terkait
-
Main di Liga Champions, JDT Tolak Permintaan Indra Sjafri Kirim Kapten Jordi Amat ke China?
-
Harga Hulk Sentuh Rekor Tertinggi, PSIS Semarang Bisa Kehilangan Bek Timnas Jelang Kontrak Habis
-
Alfeandra Dewangga OTW China, Bek PSIS Semarang Diakuisisi Indra Sjafri di Timnas U-23
-
Skuad Mentereng Selangor Kalahkan PSIS Semarang, Beda Rp 19,9 Miliar
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus