Pria yang saat ini mejadi pembina Lembaga Sosial Agama (eLSA) Semarang menyampaikan bahwa tulisannya yang dimanifestasikan dalam bentuk peneilitian saat ini menjadi rujukan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai kasus tindakan intoleransi.
“di saat teriakan kita mengenai berbagai permasalahan sosial, tulisan bisa menjadi alternatif menyampaikan pendapat dan lebih besar kemungkinannya dedengar oleh pemangku kebijakan,” tandas Dosen Sosiologi di Universitas Wahid Hasyim Semarang ini.
Di akhir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadhilah, KH Iman Fadhilah mengucapkan terimakasih kepada para pemateri yang telah memberikan nasehat kepada para santrinya. Iman Fadilah juga meyakinkan para santrinya agar terus belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis.
“Tentunya menulis adalah sebuah sarana untuk menuangkan pemikiran dan pendapat agar tersebar luas di masyarakat. Jadi jika pemikiran kita ingin didengar oleh masyarakat luas, jangan berhenti menulis,” katanya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026