Mbah Yatimin merintis usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) pada 2017 menjelang masa pensiun dirinya, dan diresmikan Bupati Bantul pada 2018.
UMKM minyak Atsiri dinamai Shafaluna, di mana diambil dari nama cucu perempuannya.
Mengapa Tanaman Atsiri?
Mbah Yatimin bercerita bila hari ini tanaman Atsiri seperti Serai Wangi dan Kayu Putih yang paling cocok ditanam karena lebih cepat menghasilkan nilai ekonomi untuk masyarakat.
“Dahulu banyak warga sini menanam tanaman palawija seperti Jagung, Kedelai namun banyak Kera berkeliaran sehingga tidak bisa panen,” kata dia.
“Akhirnya dibiarkan, karena itu tanah kosong maka ditanami Serai Wangi dan Kayu Putih. Sepertinya lumayan dibandingkan palawija,” katanya lanjut.
Apa yang dilakukan Mbah Yatimin cukup berhasil di mana kini sudah ada lima kelompok dari 5 desa di 4 kecamatan yang diberdayakannya berbekal keilmuannya yang didapat selama puluhan tahun.
Sejauh ini dari 5 kelompok ada 3 tempat yang sudah memiliki alat penyulingan sendiri yakni 2 di Desa Kebonsungu 2 dan 1 di Imogiri.
Dirinya sudah menanam sekitar 7-8 hektar tanaman Atsiri Serai Wangi, kemudian ada lima desa yang sudah ikut rata-rata sama sekitar 7 hektar lahan yang ditanami setiap desa.
Baca Juga: FOTO: Pande Besi dari Kota Seribu Candi Bumikan Cangkul Merah Putih SNI
“Saya yang mendampingi mengajari karena hanya itu yang bisa saya berikan. Kalau sudah masa panen saya beli daun Serai Wangi Rp 500 per kg, untuk Kayu Putih Rp 1.000. Saya beli lalu saya suling jadi minyak Atsiri dan dijual kalau ada pesanan, sisa lainnya untuk anggota,” katanya.
Untuk nilai jualnya tiap 1 liter kayu putih Rp 400 ribu, semengara Serai Wangi Rp 325 ribu. Ada juga kemasan botol kecil kecil –kecil mulai dari Rp 10 ribu.
Keunggulan Serai Wangi dan Kayu Putih
Keunggulan Serai Wangi dan Kayu Putih tahan dengan suhu panas termasuk kemarau panjang seperti sekarang.
Misalnya tanaman Serai Wangi tidak mudah mati, walaupun daunnya lebih kering namun justru menghasikan banyak minyak dengan hasil panen 3-4 ton per hektar.
Masa tanam Serai Wangi 7 bulan awal, di mana dalam setahunnya bisa 3 kali panen, yakni sejak penen pertama lalu diikuti 2-3 bulan setelahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic
-
48 Ribu Pemudik Sudah Menyeberang ke Sumatera, Merak-Bakauheni Mulai Dipadati Kendaraan
-
iNews TV Dijatuhi Sanksi oleh KPI, Buntut Pernyataan Abu Janda di 'Rakyat Bersuara'
-
Sial! Lagu 'So Asu' Naykilla Menjadi Candu yang Menghina Selera Musik Saya
-
5 Fakta Kecelakaan Mobil Pemudik Asal Jakarta di Tol Lampung, Satu Penumpang Meninggal
-
Puluhan Pengacara Siap Bela Abdul Wahid, Sidang Perdana usai Lebaran
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
5 Fakta Bus PO Anugrah Terguling di Gumay Talang Lahat, Puluhan Penumpang Dievakuasi