SUARA SEMARANG - Jelang akhir putaran pertama BRI Liga 1 klub PSIS Semarang melepas satu pemain gelandang sayapnya Wawan Febrianto.
Bukan gratis, PSIS Semarang rupanya melakukan transfer Wawan Febrianto kepada klub Liga 2. Banyak yang mempertanyakan pemain gempal itu pindah ke Persipa Pati atau Malut United.
Wawan Febrianto harus mengakhiri kerjasama dengan PSIS Semarang setelah 1,5 musim bersama. Ia kini main di Liga 2.
Persipa Pati menjadi klub Liga 2 yanga kemungkinan besar dituju Wawan Febrianto paska dilepas PSIS Semarang. Sebab sebagai tanah kelahiran untuk pulang kampung.a
Selain Persipa Pati, kemungkinan besar pula Wawan Febrianto bisa merapat ke Malut United.
Di ketahui Malut United banyak dihuni oleh para pemain yang merupakan eks dari PSIS Semarang. Seperti Hari Nuryulianto, Ray Redondo, Rio Saputo dan lainnya.
Meski begitu, CEO PSIS Semarang enggan mengungkapkan klub Liga 2 mana yang menjadi pelabuhan baru Wawan Febrianto.
“Hari ini kami umumkan bahwa salah satu pemain PSIS yakni Wawan Febriyanto kami lepas ke salah satu klub Liga 2 dengan skema transfer yang telah disepakati kedua klub. Klubnya mana biar diumumkan oleh klubnya sendiri,” kata Yoyok Sukawi pada Rabu 25 Oktober 2023.
Manajemen PSIS mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Wawan selama satu setengah musim di PSIS.
“Atas nama manajemen PSIS, kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi Wawan selama di PSIS. Semoga senantiasa diberi kesuksesan,” lanjut Yoyok Sukawi.
Wawan Febrianto merupakan pemain kelahiran Pati Jawa Tengah 29 tahun lalu. Ia berposisi sebagai pemain sayap kiri di PSIS Semarang.
Kehadirannya dari Borneo FC awalnya guna menggantikan posisi Septian David Maulana yang saat itu masih cedera panjang.
Namun setelah SDM sembuh, posisi Wawan Febrianto digeser pula oleh kehadiran Vitinho dan Gali Freitas.
Banyak dibangku cadangkan oleh PSIS menjadikan Wawan Febrianto kurang menit bermain. Kedua pihak pun mengakhiri kontrak kerjasamanya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Tim Kopi Hitam Mana Suaranya? 5 Tanda Kepribadian Pecinta Kopi Pahit Tanpa Gula
-
Justin Hubner Nilai John Herdman Beda Kelas dengan Patrick Kluivert
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir
-
Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini
-
Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak