SuaraSerang.id - Tingginya kasus balita penderita stunting di Kabupaten Pandeglang tergolong mengkhawatirkan. Angka penderita stunting dikabupaten tersebut mencapai 37,8%.
Berbagai cara harus di upayakan oleh pemerintah demi menekan angka gizi buruk pada balita ini, salah satu satu diantaranya adalah dengan menggerakkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Siti Anisa, balita berusia 1,2 bulan terus mengalami penurunan berat badan. Gadis mungil itu divonis stunting oleh dokter pada 23 Mei 2022.
Anisa bukan satu-satunya yang mengalami nasib buruk. Terdapat 6.331 anak stunting lainya di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Pandeglang menduduki posisi kasus stunting tertinggi di Banten.
Ibu kandung Anisa, Nefianti, 25, menceritakan kisah Anisa hingga ia mengalami keterlambatan perkembangan. Saat itu, Anissa sedang berada di rumah suaminya Hendra (30) di Pamarayan, Kabupaten Serang, menderita batuk, pilek, dan demam.
Nafie kemudian membawanya ke bidan untuk berobat, namun hal itu tidak membuat Anissa sembuh, dan kondisinya semakin parah.
"Berat badan tiap bulan turun aja. Batuk pilek gak mau berhenti," kata Nefi kepada wartawan, Senin (22/8/2022).
Situasi tersebut membuat Nefi panik dan memilih untuk membawa anaknya kembali ke kampung halamannya di Kampung Sarabaya, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang.
Di Posyandu, ia mengadu ke bidan jaga bahwa berat badannya tidak kunjung turun, padahal asupan makanan dan vitaminnya normal seperti balita lainnya.
Baca Juga: Anggota DPR Minta Kapolri Dicopot, Deolipa Yumara Siap Pasang Badan
"Kemudian ahli gizi memeriksa pernapasan dan tidak stabil, lesu, hanya lesu. Bolak-balik di puskesmas selama seminggu, kemudian rontgen awalnya positif paru-paru," katanya.
Ia selalu menganggap aneh anaknya terkena penyakit paru-paru, karena ia selalu mengaku tidak pernah membakar obat nyamuk bakar di dekat anaknya, dan suaminya takut merokok di rumah.
Selain didiagnosa TBC, Anissa kemudian divonis terhambat pertumbuhannya. Di usia satu tahun, Anissa hanya memiliki berat lima kilogram.
"Makanya tidak ada nafsu makan. Makannya hanya 4 suap, kalau bangun pagi banyak, sore - minimal jam 4," Nefi menceritakan kondisi anaknya.
Perkembangan motoriknya berbeda dengan balita lainnya, bahkan jika ia sudah bisa duduk, ia harus mendapatkan bantuan dari orang lain.
"Dia besar sekali, dia harus bisa merangkak, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau sudah duduk, duduk. Kalau tidur, tidak bisa apa-apa," lanjut Nafi. ceritanya.
Berita Terkait
-
Wagub Chusnunia Ajak Gotong-Royong Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting di Lampung Barat
-
Cerita Balita Penderita Stunting di Pandeglang, Umur 1 Tahun Cuma Memiliki Berat Badan 5 Kg
-
Kurangi Angka Stunting, BPOM Dukung Pengembangan Minyak Makan Merah
-
Turunkan Stunting di Indonesia, Ini 3 Upaya yang DIlakukan Kementerian Kesehatan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?