Ibunya, Nefianti, melakukan segala yang dia bisa untuk meningkatkan kesehatan Anis. Dari membawanya ke pusat kesehatan hingga berobat ke ahli gizi.
"Dokter bilang pertumbuhannya lambat dan dia bisa melakukannya sedikit demi sedikit," katanya menirukan kata-kata dokter.
Anisa kini dipantau secara rutin setiap dua minggu oleh bidan dan ahli gizi dari Puskesmas, dan pemerintah telah membiayainya.
“Kalau harus beli sirup vitamin dari luar, berikan saja obat paru gratis. (sirup vitamin) direkomendasikan dokter tapi tidak tersedia di puskesmas,” ujarnya.
Karena itu, setiap bulan ia harus menanggung biaya pembelian vitamin jenis sirup yang direkomendasikan ahli gizi. Situasi ini menyulitkan dalam kendala ekonomi. Suami Nefiant, Hendra, setiap hari bekerja sebagai freelancer hanya di satu toko keramik di Serang.
Anisa adalah anak ketiga dari pernikahannya dengan Hendra, dan anak pertamanya meninggal sebelum orang tuanya. Berbeda dengan anak ketiga, anak kedua normal.
"Belum lagi jajan, dan kelangkaan," tambah Neti sambil mengeluhkan kondisi keuangannya.
Nefi mengatakan anaknya telah tumbuh dengan baik sejak dipantau selama tiga bulan dan minum obat dan vitamin secara teratur, dan berat badannya kini meningkat menjadi 7kg pada usia 1,2 bulan.
"Nah, kalau saya duduk, pegangannya berdiri sendiri. Mulai parah juga," pungkasnya.
Baca Juga: Anggota DPR Minta Kapolri Dicopot, Deolipa Yumara Siap Pasang Badan
Sumber : suarabanten.id
Berita Terkait
-
Wagub Chusnunia Ajak Gotong-Royong Turunkan Angka Kemiskinan dan Stunting di Lampung Barat
-
Cerita Balita Penderita Stunting di Pandeglang, Umur 1 Tahun Cuma Memiliki Berat Badan 5 Kg
-
Kurangi Angka Stunting, BPOM Dukung Pengembangan Minyak Makan Merah
-
Turunkan Stunting di Indonesia, Ini 3 Upaya yang DIlakukan Kementerian Kesehatan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?