SuaraSerang.id - Pemerintah Kota Tangerang, Banten menemukan bahwa nilai transaksi pembayaran PBB-P2 meningkat dua kali lipat sejak penerapan pemotongan pajak 77 persen pada 17 Agustus 2022.
"Per hari ini saja sudah ada 8.000 transaksi dengan nilai pendapatan lebih dari Rp8 miliar. Meningkat hingga dua kali lipat dari biasanya," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah usai menghadiri rapat paripurna di Tangerang, Banten, Kamis (25/8/2022).
Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Pajak Daerah (Bapenda) telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran program keringanan pajak sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 dan juga sebagai motivasi bagi masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.
Menurut Arief, masyarakat cukup antusias memanfaatkan program tersebut sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan daerah yang signifikan.
Antusiasme masyarakat, lanjut Arief, tercermin dari antrean panjang di berbagai kasir. Untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, loket pembayaran akan tetap buka hingga pukul 12 siang minggu ini, termasuk pada hari Sabtu.
“Masyarakat juga bisa melakukan pembayaran secara online, jadi tidak perlu mengantre lagi,” ujar Arief.
Masyarakat Kota Tangerang bisa menggunakan program khusus ini hingga 31 Agustus 2022.
Pembayaran PBB-P2 dapat dilakukan melalui aplikasi Tangerang LIVE, BJB DIGI dan merchant online yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang.
“Ayo manfaatkan sebaik mungkin untuk membangun Kota Tangerang lebih baik,” kata Arif.
Baca Juga: Heboh Warga Sumedang Sempat Diduga Terpapar Cacar Monyet, Ini Klarifikasi Dinkes
Sebagai informasi, penurunan ketentuan PBB-P2 sebesar 77 persen ini berlaku hingga pembayaran tahun 2014. Selain itu, Pemkot Tangerang juga memberikan penghapusan sanksi administrasi PBB-P2 hingga sejak tahun 2021.
(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Polda Metro Gerebek Praktik Judi Online di Apartemen Kota Tangerang, Lima Orang Dibekuk
-
Dinkes Tangerang Buka Suara Soal Pemberian Obat Kadaluarsa
-
Sidang Gugatan Perdata Terhadap Holywings di PN Tangerang Ditunda, Ini Alasannya
-
Viral Pria Kurus Kering Telantar di Kolong Flyover Tangerang, Dinsos Bawa ke RS
-
Cerita Korban Kebakaran di Tangerang, Teriak Histeris Api Cepat Merambat
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan