SuaraSumedang.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman menyatakan, bahwa warga Kecamatan Bugel (33 tahun) dinyatakan tidak terpapar cacar monyet.
Menurutnya, mengidap masalah sanitasi, dan kebersihan diri lantaran diduga tidak mandi hingga 1 bulan lamanya.
Sebelumnya, sempat dihebohkan bila satu warga Sumedang diduga terpapar cara monyet (monkeypox) setelah pulang kerja dari Jakarta.
Kemudian, sang pasien tersebut telah menyelesaikan observasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang.
Semula, RSUD Sumedang menerima pasien dari puskesmas di luar wilayah Sumedang dikarena berdasarkan keinginan sang pasien, dengan alasan domisili di Kabupaten Sumedang, maka pasien tersebut dirawat RSUD Sumedang.
Dadang Sulaeman mengatakan, pihak manajemen rumah sakit menyampaikan klarifikasi dan benar menerima pasien yang dirujuk dari daerah Selaawi.
Dikatakannya, pasien tersebut dengan berinisial D usia 33 tahun dengan profesi sebelumnya yakni wiraswasta di Jakarta.
"Pihak manajemen rumah sakit kemudian menyampaikan klarifikasi bahwa dinyatakan benar adanya informasi RSUD Sumedang menerima pasien yang dirujuk dari daerah Selaawi. Pasien tersebut berinisial D dengan usia 33 tahun dan berprofesi sebagai wiraswasta di Jakarta," kata Dadang.
Berdasarkan keterangan resmi disampaikan, dijelaskan pula awal pasien masuk dengan kondisi kurang memerhatikan kebersihan atau sanitasi diri dengan tidak mandi selama 1 bulan.
Baca Juga: Jadi Saksi Dalam Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Bharada E Dapat Perlindungan dari LPSK
Sehingga menyebabkan, dan mempermudah terjadinya sejumlah penyakit kulit yang terjadi pada pasien ini, yang meliputi hampir seluruh tubuhnya.
Setelah dilakukan penilaian klinis menyeluruh disimpulkan, penyakit pasien ternyata bukan cacar monyet.
Namun, penyakit pasien lebih diduga mengarah ke penyebab lain, dan sudah ditegaskan diagnosisnya oleh tim dokter RSUD Sumedang, di antaranya Dokter Spesialis Kulit Kelamin atau Dermatologi Venereologi, dokter Spesialis Penyakit Dalam, dan dokter Patologi klinik.
"Setelah ditelusuri perjalanan penyakitnya, dan dilakukan sejumlah pemeriksaan klinis serta laboratorium, maka disimpulkan bahwa pada pasien ini ternyata bukan suatu penyakit cacar monyet atau monkeypox. Melainkan ternyata terjadi beberapa kelainan kulit dengan disertai sedikit infeksi, yang sangat erat hubungannya dengan kebersihan atau sanitasi dari pasien tersebut," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter