SuaraSerang.id - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya menunda penerapan tarif baru ojek online sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penghitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.
Sebelumnya, rencana kenaikan tarif ojek online (ojol) ini banyak dibicarakan. Pemerintah bahkan mengatakan jika tidak ada penundaan, aturan kenaikan yang terjadi di kota ini akan berlaku mulai Senin (29/9/2022).
“Keputusan penundaan ini mempertimbangan berbagai situasu dan kondisi yang berkembang di masyarakat “ kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati saat dikonfirmasi Suara.com pada Minggu (28/8/2022).
Selain itu, katanya, penundaan itu perlu untuk mendapatkan masukan lebih dari para pemangku kepentingan dan melakukan peninjauan untuk mendapatkan hasil terbaik.
Menurut Adita, Kemenhub masih terus berkoordinasi guna menseleksi masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk pakar-pakar transportasi terkait tarif ojek online ini.
”Kementerian Perhubungan juga akan segera menginformasikan kepada masyarakat jika telah ada keputusan terkait rencana kenaikan tarif ojol ini,” ujarnya Aditya.
Namun begitu, Adita belum bisa memastikan sampai kapan pemerintah akan menunda kenaikan tarif ojek online ini.
Sebelumnya, rencana kenaikan tarif ojek online (ojol) terus menuai pro dan kontra. Ekonom RISED Universitas Airlangga Rumayya Batubara menyampaikan pendapat tentang kenaikan tarif Ojol sebesar 30-50 persen akan berdampak pada berkurangnya peminat yang menggunakan jasa transportasi online .
Menurut dia, berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.000 pengguna ojek online di tiga zona wilayah akan mengalami peningkatan, terdapat 53,3 persen yang menegaskan akan kembali menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan ojek online.
Baca Juga: 4 Tips Menulis Lead yang Memikat agar Pembaca Tidak Jenuh
"Dari 1.000 konsumen yang kami survei, 53,3% responden menyatakan akan balik lagi membawa kendaraan sendiri," ujar Rumayya dalam diskusi bertajuk 'Mencari Titik Tengah Polemik Kenaikan Tarif Ojek Online' yang dselenggarakan pada Minggu (28/08/2022).
Lanjut Rumayya, dari 53,3 persen responden menyatakan bahwa dengan adanya kenaikan tarif ojol tersebut akan menambah beban biaya pengeluaran mereka dari pada naik kendaraan pribadi.
Padahal sebelum ada wacana tentang kenaikan , 57 persen responden mengatakan mereka bisa menghemat antara Rp 11.000 hingga Rp 40.000 biaya pengeluaran mereka per harinya.
"Dari riset itu, kita tanya dengan menggunakan ojek apakah ada penghematan dalam kebutuhan makan? Dari 57% responden menyatakan mengalami penghematan biaya transportasi sebanyak Rp11.000-40.000 per hari jika dibandingkan hari berangkat sendiri," terang Rumayya.
Sementara itu, kenaikan tarif ojek online ini dapat memicu inflasi yang lebih tinggi selain faktor lain seperti krisis energi dan pangan.
(Suara.com)
Berita Terkait
-
2 Alasan Kemenhub Kembali Batalkan Kenaikan Tarif Ojek Online
-
Lady Ojol Sebut Kenaikan Harga BBM Menambah Kesengsaraan
-
Pengemudi Ojol saat Geruduk DPR: Tarif Rp16 Ribu, Kami Cuma Terima Rp8 Ribu, Apakah Itu Adil?
-
Digeruduk Massa Pengemudi Ojol, Gedung DPR RI Dijaga Ketat Ribuan Aparat Gabungan
-
4 Bidadari Cantik Nyambi Jadi Driver Ojol
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
PTBA Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 300 Hewan Kurban Disalurkan ke Berbagai Wilayah Operasional
-
Bagasi Mobil Selalu Penuh saat Mudik? Ini Tips Menata Daging Kurban dan Oleh-oleh agar Tetap Muat
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Bacaan Dzikir di Hari Tasyrik yang Dianjurkan Rasulullah, Pahalanya Besar dan Sangat Dicintai Allah