Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan kembali membatalkan kenaikan tarif ojol atau ojek online. Alasan pertamanya, Kemenhub menilai kondisi di tengah masyarakat belum mendukung untuk diberlakukan kenaikan tarif ojol.
Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, dalam keterangan resminya menyebutkan kondisi di masyarakat memang masih belum mendukung kenaikan tarif ojol.
Sebelum pernyataan ini mencuat ke publik, Minggu (28/8/2022) Kemenhub juga membatalkan kenaikan tarif ojol pada 14 Agustus 2022 atau dua pekan lalu.
Kemudian alasan kedua, Kemenhub masih harus memperoleh lebih banyak masukan dari para pemangku kepentingan serta para pakar untuk kemudian mengkaji ulang aturan yang sebelumnya bakal diketok tersebut.
Jika proses ini sudah membuahkan keputusan, pemerintah akan segera mengumumkannya kepada masyarakat. Namun, dia tidak bisa memastikan kapan tarif baru ojol bakal diberlakukan.
Padahal, sebelumnya kenaikan tarif ojol telah diketok dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Keputusan Menteri itu dikeluarkan pada 4 Agustus 2022.
Sebelumnya, rencana kenaikan tarif ojek online (ojol) terus menuai pro-kontra. Besaran kenaikan yang berkisar 30-50 persen dinilai terlalu tinggi dan bisa membuat pelanggan ojol lari.
Bahkan, Ekonom RISED dari Universitas Airlangga Rumayya Batubara mengatakan, wacana kenaikan tarif ojol sebesar 30-50 persen akan berdampak terhadap pengurangan jumlah masyarakat yang menggunakan ojek online.
Menurut dia, berdasarkan riset yang telah dilakukan kepada 1.000 pengguna ojol online di tiga wilayah zona yang akan mengalami kenaikan, terdapat 53,3 persen tersebut menyatakan akan kembali menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan ojek online.
Baca Juga: Diterapkan Hari Ini, Begini Aturan Baru Naik Pesawat
"Dari 1.000 konsumen yang kita riset, sebanyak 53,3 persen responden menyatakan akan balik menggunakan kendaraan pribadi," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Mencari Titik Tengah Polemik Kenaikan Tarif Ojek Online' ditulis, Minggu (28/8/2022).
Rumayya melanjutkan, dari 53,3 persen responden tersebut menyatakan bahwa dengan adanya kenaikan tersebut akan membebani mereka jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Sebelum adanya wacana kenaikan tersebut, 57 persen responden menyatakan dapat menghemat biaya pengeluaran mereka dalam memenuhi kebutuhan makanan sebesar Rp11.000 - Rp40.000 per hari.
"Dari riset itu, kita tanya dengan menggunakan ojek apakah ada penghematan dalam kebutuhan makan? Dari 57% responden menyatakan mengalami penghematan biaya transportasi sebanyak Rp11.000 - Rp40.000 per hari jika dibandingkan hari berangkat sendiri," bebernya.
Kenaikan tarif ojek online atau ojol bisa memicu inflasi, di samping faktor lain seperti krisis energi dan pangan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Jaga Persaingan Usaha, Kemenhub Akan Tetapkan Tarif Pada Angkutan BTS
-
Berlaku Hari Ini, Aturan Naik Pesawat Bebas Antigen dan Tes PCR!
-
Lady Ojol Sebut Kenaikan Harga BBM Menambah Kesengsaraan
-
Pengemudi Ojol saat Geruduk DPR: Tarif Rp16 Ribu, Kami Cuma Terima Rp8 Ribu, Apakah Itu Adil?
-
Diterapkan Hari Ini, Begini Aturan Baru Naik Pesawat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras: Pemerintah Didesak Perketat Standar Tata Kelola Tambang
-
Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal
-
Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?
-
Membangun Fondasi Ekonomi Masa Depan Melalui Pendidikan Dini
-
Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan