Properti bekas atau properti yang telah berpindah tangan dari pemilik pertama ke pihak lain memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya yakni memiliki lingkungan yang ramai.
"Rumah bekas cenderung memiliki area yang ramai, memiliki fasilitas umum di sekitar rumah, seperti sekolah, pasar, dan rumah sakit, juga lebih mudah diakses," kata Senior Agent Account Manager Pinhome, Berly Angkoso.
Dia menjelaskan bahwa biasanya pemilik pertama menjual rumahnya karena beralasan ingin pindah ke rumah lain. Harga jual biasanya jauh di bawah harga pasar karena kebutuhan mendesak atau pemilik sebelumnya membeli properti dengan harga yang sangat relatif terjangkau.
Selain karena kebutuhan yang mendesak, faktor lain yang menyebabkan rendahnya harga rumah bekas adalah karena penjual awalnya membeli rumah saat harga tanah dan properti masih murah dibandingkan dengan nilai pasar.
"Jadi penjual rumah pertama tidak tahu nilai pasar rumah mereka, jadi mereka sedikit menaikkan harga dari harga beli awal," kata Berly
Namun, rumah bekas atau seken juga memiliki kekurangan, salah satunya membutuhkan biaya renovasi karena beberapa hal perlu dibenahi sebelum dapat langsung ditempati. Ini berbeda dengan rumah baru yang umumnya tidak memerlukan renovasi karena usia bangunan yang masih baru dan juga terbilang kokoh.
Sedangkan kelebihan atau keuntungan membeli rumah bekas adalah rumah tersebut siap ditempati tanpa menunggu proses pembangunan apalagi indent.
Calon pemilik baru sangat disarankan untuk memverifikasi integritas dokumen properti seperti sertifikat rumah dan izin mendirikan bangunan (IMB) yang berbeda dari fisik rumahnya. Dan untuk melakukan ini, mereka harus terlebih dahulu memverifikasi keutuhan dokumen terkait rumah bekas tersebut sebelum memutuskan untuk membelinya.
Kerugian lain dari membeli properti rumah bekas adalah pembeli memutuskan untuk mengajukan kredit atau KPR. Uang muka (DP) yang dibutuhkan cukup tinggi, biasanya mencapai 20 persen. Hal ini terjadi karena bank hanya akan memberikan batas pinjaman mulai dari 50 sampai 80 persen dari harga properti, dan itupun tergantung kondisi unit.
Baca Juga: Semakin Tenar, Pesulap Merah Sebut Istrinya Cemburu karena Fans Minta Foto Sambil Pelukan
"Calon pembeli harus menyetor sekitar 20 persen dari harga rumah bekas, dan uang muka (DP) juga tidak bisa dicicil ," tutup Berly.
(suara.com)
Berita Terkait
-
Ini Penyebab Penyerapan Tenaga Kerja di Karawang Tak Meningkat meski Investasi Tinggi
-
Indonesia Ingin Pengaruhi Rantai Pasok Chip Global
-
Bertemu Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Ini Yang Dibahas Menhan Prabowo
-
Pemprov DKI Tawarkan 15 Proyek Infrastruktur ke Investor JIF
-
3 Keputusan Finansial yang Sebaiknya Jangan Dilakukan saat Pacaran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka