/
Kamis, 01 September 2022 | 13:41 WIB
ilustrasi-petani-kratom-antara (Antara)

Sumantri adalah potret kehidupan seorang petani kratom di desa Nanga Sambus. Kota ini hanya berjarak 15 menit dari kota Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, namun membutuhkan waktu 15 jam untuk sampai ke sana melalui jalur darat dari kota Pontianak. Menurut Sumantri, di desa yang berpenduduk 267 KK ini hampir bisa dipastikan setiap orang memiliki tanaman kratom. Tanaman karet yang dulu menjadi primadona kini sudah jarang terlihat. Bahkan jika ya, terlihat sepi dan kurang diurus.

Masa transisi tanaman kratom yang dimundurkan ke tahun 2024 seharusnya bisa melahirkan regulasi yang sesuai dengan unsur keadilan. untuk semua pihak.

Tidak dapat disangkal bahwa Kratom mendukung perekonomian sebagian masyarakat dan memiliki dampak ekologis terhadap lingkungan. Tetapi juga memastikan bahwa penduduk Indonesia bebas dari jejak zat yang mengandung narkotika adalah masalah mendasar. Pemerintah pusat dan pihak terkait harus bersama-sama mencari solusi terbaik.

Selama proses berlangsung, upaya sosialisasi dan program alternatif masyarakat juga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

source : BNN.go.id

Load More