/
Jum'at, 02 September 2022 | 23:38 WIB
Ilustrasi berhenti merokok (freepikdotcom)

SuaraSerang.id - Tingginya jumlah perokok erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah penyakit akibat merokok. Produk tembakau alternatif diharapkan menjadi jawaban untuk mengurangi prevalensi merokok dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerjasama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tikki Pangestu mengatakan Indonesia memiliki 69 juta perokok.

Tingginya angka perokok tidak hanya berimplikasi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berimplikasi pada sosial ekonomi. Alasannya adalah pemerintah juga menghadapi tekanan pada anggaran perawatan kesehatan karena kebiasaan merokok.

“Dari sudut pandang kesehatan dan sosial ekonomi, dibutuhkan strategi dan intervensi serta aturan untuk mengurangi prevalensi merokok di Indonesia,” ungkap Tikki dalam sebuah diskusi daring bertajuk 'Reducing the Harm of Smoking: Is Tobbaco Harm Reduction Feasible?' pada Jumat (2/9/2022). 

Menurut dia, strategi pemerintah saat ini adalah menerapkan konsep 'harm reduction' melalui penggunaan produk tembakau alternatif seperti tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik serta kantong nikotin

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif dapat mengurangi risiko hingga 90 hingga 95 persen dibandingkan dengan rokok.

Produk alternatif tembakau akan lebih efektif dalam mengurangi prevalensi merokok jika pemerintah meningkatkan akses dan memperluas penyebaran informasi yang akurat kepada perokok dewasa. 

Tentu dengan cara ini, semakin banyak perokok dewasa yang berjuang untuk berhenti dan akan beralih ke produk tembakau alternatif serta penjualan rokok juga akan mulai menurun.

”Ini adalah strategi inti untuk mengatasi masalah yang sangat kompleks seperti sekarang, produk alternatif yang dikembangkan secara teknologi dan inovatif seperti ini memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Tikki. 

Baca Juga: Anies: Kondisi Jakarta saat ini cukup ramah bagi pejalan kaki

Ahli onkologi Inggris Peter Harper menambahkan bahwa sumber beberapa penyakit rokok adalah asap, yang merupakan hasil dari proses pembakaran.

"Anda merokok menghirup nikotin, namun Anda mati karena asapnya," kata Harper. 

Karena itulah Harper menyarankan perokok dewasa untuk berhenti merokok. Jika sulit untuk berhenti merokok, produk tembakau alternatif atau elektrik adalah pilihan yang baik, karena produk rokok elektrik menggunakan sistem pemanasan, tentu berbeda seperti rokok pada umumnya. 

Dengan penerapan sistem kerja ini, produk rokok dengan tembakau alternatif, tentu tidak menghasilkan asap atau abu.

“Berhenti merokok dengan segera adalah pilihan terbaik. Ketika cara saat ini tidak berhasil, produk inovatif dapat memberikan solusi untuk membantu mereka yang tengah berjuang berhenti merokok sambil mengurangi dampak kesehatannya," jelas Harper.

(suara.com)

Load More