SuaraSerang.id - Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Banten Al Muktabar meresmikan Kampung Serai Wangi yang berlokasi di Dusun Karoya, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/9/2022) sore.
Kampung tematik ini diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Kemasyarakatan (KKK) Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang sebagai bentuk pemberdayaan potensi serai wangi pada kawasan kampung tersebut.
KKK Unis Tangerang kali ini mengangkat tema 'Kolaborasi Penanggulangan Penurunan Angka Kemiskinan dan Pengangguran'tahun 2022.
Al Muhktar mengapresiasi kegiatan tersebut guna meningkatkan bahan baku produk minyak serai wangi sebagai identitas kampung tersebut.
Menurutnya, kehidupan mahasiswa kini berbeda dibanding ketika dirinya masih duduk dibangku kuliah. Mahasiswa kini wajib lebih kreatif dan bisa membuka mata terhadap berbagai masalah yang terdapat pada masyarakat hingga bisa menemukan solusinya.
“Zaman dulu kita kita kuliah, mau rapat untuk demo aja susah, udah takut duluan. Sekarang dibantu teknologi komunikasi untuk mempermudah. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” ujar Al Muktabar.
Dalam kesempatan yang sama, Pejabat Penanggung Jawab (Pj) Gubernur Banten ini melakukan pengguntingan pita yang menandakan Kampung Serai Wangi telah diresmikan. Al Muktabar sempat meninjau lokasi penyulingan minyak serai wangi yg telah beroperasi semenjak satu tahun terakhir.
“Saya rasa hal ini baik sekali untuk dikembangkan dan dukung oleh pemerintah. Baik ditingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat nasional,” katanya.
Al Muktabar berharap warga terus semangat melakukan budi daya serai wangi dan meningkatkan produksi memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah ada.
Baca Juga: Profil Karir Tyroe Muhafidin Berdarah Brebes Di Film The Rings of Power
Peresmian desa Serai Wangi ini turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Camat Cisoka, Kepala Desa Carenang, juga perwakilan mahasiswa Unis Tangerang, Banten.
***
Berita Terkait
-
100 Hari Kerja PJ Gubernur Banten, Persoalan PPDB dan Sekolah Metaverse Disorot
-
PJ Gubernur Banten Klaim Perjuangkan Honorer, Tetap Pertahankan Mereka Sesuai Aturan
-
Tuding Pj Gubernur Banten PHP, Honorer Ancam Aksi Mogok Massal
-
Al Muktabar Minta Warga Lapor Jika Temuan Kecurangan PPDB: Sertakan Data Faktual Agar Tidak Saling Fitnah
-
Pengamat Pertanyakan Regulasi Pelantikan PJ Sekda Banten
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Imsak Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salatnya
-
Pindahkan Balap Lari ke Pakansari, Kapolres Bogor: Biar Aman dan Gak Ganggu Jalan Raya
-
Jelang Lebaran, Banyak Warga Jual Emas untuk Mudik dan THR, Begini Harga Emas Hari Ini
-
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar
-
2.000 Warga Cilegon Mudik Gratis, 50 Bus Diberangkatkan ke Jawa Hingga Sumatra
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Tanjungpinang, Senin 16 Maret 2026
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Tuntut Keadilan, Nikita Mirzani Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo dari Balik Jeruji
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Pekanbaru, Senin 16 Maret 2026
-
Jelang Mudik Lebaran, Okupansi Kereta Api Tembus 101 Persen